Kopi Bogor - Jenis Baru Oleh-Oleh Khas Kota Hujan

Kopi Bogor ? Yah, jangankan Anda. Saya saja yang sudah puluhan tahun tinggal di Kota Hujan ini tidak pernah mengenal kota dimana saya tinggal ini sebagai penghasil kopi. Penghasil talas ya, tahu banget, tetapi kopi? Tidak. Tidak pernah terbayangkan bahwa Bogor menghasilkan biji kopi.

Memang ada kopi Liong Bulan yang punya banyak pecinta setia, tetapi asal darimana biji kopinya kurang diketahui.

Nah, ternyata baru beberapa minggu yang lalu, saya menyadari bahwa Bogor pun menghasilkan kopi, dalam artian biji kopinya berasal dari pohon yang ditanam di tanah Bogor.

Itupun setelah mendengar penjelasan dari Pak Ismanto Danu, pemilik Rumah Kopi Bogor. Ia menjelaskan bahwa kedai yang baru saja dibuka olehnya mengusung idealisme untuk memperkenalkan kepada “dunia” bahwa di Indonesia bukan hanya ada Kopi Gayo, Sidikalang, atau Kopi Nusantara lainnya. Disana ada Kopi Bogor.

Sesuatu yang tentu bagus buat kota ini. Dengan begitu Bogor bisa juga dikenal sebagai penghasil kopi dan bukan cuma kota sejuta angkot saja.

Salah satu produk menarik yang ditawarkan dengan label Kopi Bogor ada dalam bentuk kemasan kaleng. Isinya merupakan kopi bubuk yang bijinya berasal dari salah satu sentra kopi di Bogor, seperti Sukamakmur di kawasan Puncak 2, Rumpin, atau Pamijahan.

Kopi Bogor - Oleh-Oleh Khas Kota Hujan Jenis Baru

Proses penjemuran, roasting, dan penggilingan semua dilakukan di kota hujan. Jadi bisa dikata, semuanya mencirikan Bogor. Sesuatu yang pas bagi mereka yang ingin membawa oleh-oleh dari kota dengan lambang Tugu Kujang ini.

Produk dari Rumah Kopi Bogor ini juga termasuk fresh (segar). Beberapa waktu yang lalu, untuk oleh-oleh seorang saudara di Bogor, saya terpaksa harus menunggu beberapa lama karena persediaan kopi kemasan sudah habis. Pak Ismu (begitu panggilan dari sang pemilik Rumah Kopi) sendiri yang langsung melakukan penggilingan di tempat sekaligus memasukkannya dalam kemasan.

Sesuatu yang menunjukkan bahwa Kopi Bogor yang ditawarkan adalah sesuatu yang baru dan bukan barang stok hasil produksi massal.

Kemasannya sendiri menarik berupa kaleng berwarna hitam. Di dalamnya bubuk kopi dimasukkan dalam bungkus lain untuk memastikannya tetap terjaga.

Harganya berkisar antara 40-65 ribu perkaleng, tergantung jenis kopinya. Paling tidak sampai sekarang ada 5 jenis kopi kalengan yang ditawarkan, yaitu Robusta, Arabika, Natural Blend (Campuran Robusta dan Arabika), Arabika (atau Robusta) Honey), dan Dry Hulled.

(Sayang saya kurang mengerti banyak soal kopi, jadi kadang istilah yang tercatat kurang sesuai dan yang disampaikan.)

Berbincang dengan pak Ismu menyadarkan saya bahwa ada satu lagi produk Bogor yang selama ini tidak pernah nongol di permukaan, tetapi sebenarnya “benar-benar Bogor. Ditanam di Bogor, diolah di Bogor, dikemas di Bogor.

Sesuatu yang banyak dicari mereka yang datang ke Bogor.

Kopi Bogor - Jenis Baru Oleh-Oleh Khas Kota Hujan A

Bentuknya agak berbeda dari buah tangan khas Bogor selama ini yang didominasi makanan. Hal yang bagus karena menambah pilihan bagi oleh-oleh khas untuk dibawa pulang para pengunjung kota ini

Terus terang, Kopi Bogor ala kedai kopi dengan slogan “#ngopisauyunan” ini merupakan buah tangan yang cukup keren dilihat dari segi penampilan dan keunikannya.

Pantas menjadi buah tangan baik untuk saudara, keluarga, atau bahkan boss di kantor pun, akan menjadi oleh-oleh yang unik dan berbeda dari biasanya. (Selama yang diberi oleh-oleh tidak punya penyakit jantung atau maag)

Sejauh ini Kopi Bogor dalam kemasan ini sudah tersedia di salah satu pusat oleh-oleh Bogor di kawasan Baranangsiang (dalam kemasan plastik dan bukan versi kaleng). Cuma, sekali lagi, karena saya bukan wartawan, jadi lupa bertanya nama tempatnya. Mungkin kunjungan berikut akan bisa mendapatkan data yang lebih jelas.

Tetapi, bagi mereka yang mungkin ingin memesan langsung dan tidak sempat ke Bogor, bisa langsung hubungi Pak Ismanto Danu di nomor 0811116798.

Atau, kalau mau mencicipi dan merasakan langsung pun bisa dilakukan di tempat, yaitu di Rumah Kopi Bogor, di kawasan Bukit Cimanggu City (tulisan tentang Rumah Kopi akan menyusul kemudian).. Patokannya, setelah melewati Marcopolo Wate Park dan ada pertigaan belok ke kanan ke arah Polsek Tanah Sareal. Lokasi Rumah Kopi Bogor hanya beberapa meter saja dari sana.

Selamat mencoba sendiri cita rasa kopi Kota Hujan.

(Tulisan ini bukan promosi. Tidak ada fee atau apapun yang diterima penulis dari pemilik usaha)

7 COMMENTS

  1. Hayuu kang Rudy.. kita ngupee2 bareng pa Anton.. ??☕☕??

  2. Wah.. hatur tengkyu pa Anton atas liputannya.. Semoga kopi Bogor makin dikenali, diapresiasi dan selanjutnya dikonsumsi oleh warga Bogor dan sekitarnya.. Amiin #MajuTerusKopiBogor

  3. Di deket Gunung Batu kan ada daerah namanya Selakopi, apakah ada sejarahnya tanaman kopi disana.

    • Belum dapat referensi jelasnya kalau selakopi.. cuma memang dulu di Bogor banyak perkebunan kopi, contohnya di sekitar Ciampea ada Prasasti Kebon Kopi karena wilayah itu sebelumnya merupakan perkebunan kopi

    • Gunung Batu mana kang? Desa Tanjungsari Kec. Sukamakmur? Kalo itu yang dimaksud.. iya disana banyak tanaman kopi kang sampe sekarang..,,?☕☕?

    • Sini Kang.. kita ngopi bareng…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.