Kok Pusat Pemerintahan Kota Bogor Kotor
Selokan kotor di belakang gedung DPRD Kota Bogor di seberang Kemuning Gading

Late post. Postingan yang terlambat sebenarnya. Seharusnya tulisan ini sudah dibuat dan ditayangkan secepat mungkin, apalagi karena bertema berita dan hasil pengamatan. Menurut EXIF Data (itu loh data yang ada pada foto digital), hal-hal ini direkam pada tanggal 26 Nopember 2018.

Sayangnya, karena berbagai kesibukan di keseharian, baru hari ini tulisan ini bisa dilahirkan. Itupun karena kemarin terbit rasa senang melihat respon dari masyarakat Kota Bogor terhadap larangan penggunaan kantung plastik di toko dan pusat perbelanjaan modern. Terlihat bahwa warga Bogor bisa menerima aturan itu dengan baik.

Rupanya, langkah berani yang diambil Walikota Bogor, meski dianggap sebagai langkah tergesa-gesa, memberi imbas positif dalam kehidupan bermasyarakat di kota ini.

Tidak sengaja, pikiran kemudian tertuju pada sesuatu yang terlihat lebih dari satu bulan lalu, yaitu tanggal 26 Nopember 2018.Saat itu saya mengantar si kribo kecil untuk pergi ke gedung Kemuning Gading untuk satu acara.

Gedung ini berada di kawasan ring satu Kota Bogor, yaitu tepat di belakang Gedung DPRD Kota Bogor dan di belakang Balaikota Bogor.

“sesuatu” dalam tanda kutip karena tidak menyenangkan. Sesuatu yang seharusnya tidak terjadi di kawasan yang notabene adalah pusat pemerintahan Kota Hujan ini.

Bentuk sesuatu itu adalah “tebaran sampah” yang bisa terlihat di berbagai sudut kawasan itu. Foto-foto ini adalah rekaman dari apa yang terlihat disana pada bulan Nopember 2018 yang lalu (hari Sabtu).

Kok Pusat Pemerintahan Kota Bogor Kotor 2

Kok Pusat Pemerintahan Kota Bogor Kotor 3Kok Pusat Pemerintahan Kota Bogor Kotor 4

Tidak banyak memang, tetapi sampah yang tercecer sulit luput dari pandangan mata karena bisa ditemukan di selokan, taman kecil, dan bahkan di jalanan, seperti pada foto-foto di atas. Bentuknya kebanyakan berupa botol dan kantung plastik.

Sesuatu yang sangat disayangkan dan tidak seharusnya terjadi. Hal itu tidak seimbang dan sejalan dengan kebijakan yang diambil oleh pak Walikota.

Bagaimanapun, warga Kota Bogor perlu contoh yang baik untuk menjadi masyarakat yang lebih sadar lingkungan dan kebersihan.

Apa yang terlihat di pusat pemerintahan Kota Bogor di suatu hari bulan Nopember 2018 yang lalu, tidak memberikan panutan yang baik.

Mudah-mudahan saja hal itu bukan karena kelalaian, atau hanya karena hari Sabtu dimana kegiatan libur saja. Bukan setiap hari. Mudah-mudahan juga, situasi dan kondisi yang seperti ini sudah tidak ada lagi hari ini.

Tentu tidak enak kalau warganya diminta sadar kebersihan, tetapi mereka yang berada di lembaga pemerintahan, bahkan menjaga kebersihan lingkungan sendiri saja tidak bisa.

Mudah-mudahan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.