Home Catatan Penulis Kemana Arah Lovely Bogor ? – City Blogger #5

Kemana Arah Lovely Bogor ? – City Blogger #5

192
2

Burung HantuSetiap orang dalam hidupnya, selalu akan menemukan suatu saat dimana dirinya dihadapkan pada pilihan. Bukan hanya satu tetapi beberapa pada suatu waktu.

Bahkan bisa dikata hampir setiap hari, semua orang harus memilih satu jalan diantara beberapa yang ada.

Pilihannya tidak jarang mudah sekali, sering pula sulit sekali. Kadang memusingkan, acap kali pula menyenangkan.

Begitu pula yang harus saya hadapi sebagai seorang City Blogger, istilah yang saya pergunakan pada diri sendiri. Sudah berulangkali dihadapkan pada sebuah pertanyaan tentang blog yang saya kelola ini.

Kemana Lovely Bogor harus dibawa? Arah kemana yang harus dituju?

Pertanyaannya mudah, tetapi jawabannya ternyata sangat sulit dan bisa jadi sangat panjang pula.

Ide dasar dari pembuatan Lovely Bogor (LB) ini adalah sebuah idealisme yang lahir karena ketidakpuasan terhadap kurangnya informasi mengenai kota ini. Kota dimana saya sudah menghabiskan lebih dari 3/4 masa hidup yang ada.

Seiring dengan perkembangan LB sendiri yang ternyata cukup baik, timbul berbagai keinginan lain. Motif-motif yang kemudian secara sadar atau tidak sadar mendorong perubahan arah dari LB. Harap maklum, admin tetap saja seorang manusia yang bisa berubah-ubah pikiran.

Persimpangan 1

Ide awalnya yang bermula dari sebuah idealisme mulai terkontaminasi dengan berbagai tujuan lain.

Tujuan seperti mulai menghasilkan “sesuatu” alias materi dari blog ini mulai merasuk pula. Belum lagi pengaruh gaya menulis yang sepertinya masih labil karena terlalu banyak membaca berbagai blog sukses/terkenal lainnya.

Sebagai ujungnya, kesan saya sebagai pemilik, penulis sekaligus admin, LB seperti tidak memiliki arah. Tidak ada fokus yang jelas.

Keinginan berbagi informasi masih kuat. Tidak berbeda pula keinginan menghasilkan sesuatu (paling tidak untuk bayar hosting). Di sisi lain, keinginan untuk berekspresi secara bebas seperti minta dibukakan pintunya.

Berbagai ide yang tiba-tiba muncul, seperti hadirnya kembali Bogor Dalam Lensa, langsung dieksekusi dan dijalankan meskipun adanya kategori ini hanya untuk menyalurkan hobi lain, yaitu bermain dengan kamera. Belum tentu hal tersebut dibutuhkan oleh pembaca.

Bisa ditambahkan berbagai topik terkait mengenai Commuter Line dan juga penambahan menu mengenai Kebun Raya, semua langsung saja ditambahkan tanpa berpikir lama.

Anjuran atau saran dari para blogger sukses dan senior untuk tetap fokus dan “sempit” seperti tidak pernah nyantol ke telinga. Mereka menulsi berulangkali bahwa semakin sempit niche-nya maka semakin besar peluang meraih yang dituju.

 

Sayangnya, kebiasaan untuk “anti mainstream” melahirkan banyak hal yang justru bertentangan dengan hal itu.

Itulah yang sedang Anda lihat sekarang. Semua serba campur aduk di LB. Ada tentang wisata, kuliner, sosial budaya, lingkungan, Commuter Line , Bogor Dalam Lensa, dan lain sebagainya.

Semua campur aduk. Yang membuatnya bersatu hanyalah sebuah kata “Bogor”. Kesemua topik masih terkait dengan kota ini.

istana bogor1

Lalu? Kemana arah yang akan ditempuh?

Awal tahun depan 8 Januari 2016, LB akan berusia tepat satu tahun. Satu tahun adalah waktu yang seharusnya cukup untuk menentukan kemana blog ini akan dibawa.

Dan, memang sudah ada keputusan tentang arah yang akan dituju. Tujuan yang akan tetap dipakai oleh admin untuk menjalankan tugas blog ini.

Jalan yang akan ditempuh adalah TETAP DI JALAN DAN BENTUK SEKARANG

Tidak akan ada perubahan drastis. Hanya akan ada beberapa penyesuaian terkait penampilan dan juga susunan, selebihnya sama.

Alasannya blog adalah perpanjangan dari blogger, seorang manusia. Manusia sendiri tidak terdiri dari satu elemen saja, dan bahkan harus terdiri dari jutaan bagian.

Begitu pula sebuah blog sebagai perpanjangan dari manusia di belakangnya.

Apalagi menjadi terlalu spesifik maka justru akan bertentangan dengan ide awalnya.

Kalau hanya wisata dan kuliner saja yang ditulis, maka Bogor akan terkesan sebuah tempat indah dan seperti restoran besar saja.  Bila hanya tentang manusianya saja, Bogor seperti tidak memiliki bangunan dan infrastruktur saja.

Kalau menggambarkan hanya dengan kata-kata, rasanya tidak akan pernah cukup dan tentunya kurang menarik.

Jadi, let it be. Yang terjadi terjadilah.

Sama seperti Bogor yang isinya sejak awal sudah campur aduk dengan berbagai hal, maka biarlah Lovely Bogor meniru apa adanya.

Kalau jelek ya ditulis jelek. Kalau bagus, ya dipuji. Kalau buruk, ya fotonya akan tetap buruk, tidak akan diedit menjadi indah. Kalau indah, biarlah Photoshop-nya nganggur.

Itulah jalan yang sudah disiapkan untuk tahun mendatang. Mungkin benar dan memuaskan, mungkin juga tidak.

Sayangnya, pilihan harus tetap dipilih. Tidak bisa tidak.

Kalau Anda, Kawan Pembaca memiliki saran atau ide lain, Feel Free!. Masukkan saja komentar, ide, saran Anda di kolom komentar.

Bersediakah?

2 COMMENTS

  1. saran saya sedikit Pak..semoga Blog LB bisa memberikan Info terunik dan terupdate.

    • Nah, kalau terupdate agak repot karena harus benar-benar full time, baru bisa terupdate. Padaha saya harus nyari nafkah juga, jadi agak sulit.

      Soal, terunik.. hehehehe… agak membingungkan soal unik atau tidak mah. Bogor mah kota biasa saja.. kalau mau nyari unik, ahrus menjelajah neh.. dan sulit dilakukan karena butuh waktu

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.