Kampus Penelitian Pertanian CimangguKampus Penelitian Pertanian Cimanggu. Begitu bunyi tulisan yang terpampang di sebuah gardu listrik tua peninggalan masa kolonial Belanda di perempatan Jalan RE Martadinata, Kota Bogor.

Sebuah gardu tua, tinggi dengan konstruksi yang menyiratkan sisa arsitektur masa itu. Sayangnya, sekujur bangunannya penuh dengan berbagai coretan hasil karya “penggemar” vandalisme.

Tapi, lupakanlah tentang “kejahatan ringan” ini. Paling tidak dalam tulisan kali ini.. Tidak akan ada gerutuan sebal terhadap tingkah laku tidak bertanggung jawab tersebut. Artikel ini topiknya bukan tentang hal tersebut.

Lalu apa topiknya? Ya itu tadi. Tentang Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu.

Kawasan ini sering tidak disadari merupakan sebuah tempat yang memegang peranan penting bagi perkembangan pertanian di Indonesia. Peran yang sudah dimulainya lebih dari seratus tahun yang lalu dan masih terus berlanjut hingga hari ini.

Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu

Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu

Sebelumnya, jangan berharap untuk menemukan banyak mahasiswa ganteng atau mahasiswi cantik berkeliaran di kawasan Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu.

Dijamin, Anda hampir tidak akan menemukannya.

Memang, ada kata Kampus di bagian nama depan area ini. Kampus kalau dalam arti kata adalah sebuah lokasi dimana ada proses belajar mengajar. Dosen, mahasiswa/mahasiswi adalah ciri dari sebuah kampus. Tetapi tidak dengan kawasan ini.

Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu adalah sebuah area yang dialokasikan untuk melakukan penelitian. Lokasinya masa kini berada di sepanjang Jalan Tentara Pelajar, yang dulunya merupakan bagian dari Tjikeumeuh Weg (Jalan Tjikeumeuh). Meskipun demikian, lokasinya di masa lalu sebenarnya sedikit lebih luas karena ada beberapa kantor penelitian yang agak terpisah.

Sebuat saja Balitvet (Balai Penelitian Veteriner) yang agak menjorok ke Jalan RE Martadinata. Atau Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Pangan yang sekarang berada di Jalan Merdeka.

Fokus utamanya adalah berbagai riset tentang segala hal yang terkait dengan flora yang dapat dibudidayakan dan dimanfaatkan bagi kepentingan manusia. Itulah peran dari kawasan ini.

Peran ini sendiri sudah dijalaninya sejak lama. Sejarah mencatat bahwa kawasan Tjimanggoe atau Cimanggu sekarang sudah dikembangkan menjadi kawasan penelitian terkait dengan pertanian sejak tahun 1876.

Kampus Penelitian Pertanian CimangguKawasan ini merupakan perpanjangan tangan dari Kebun Raya Bogor, atau yang dulunya disebut Lands Platentuin dalam melakukan penelitian. Ingat, pada masa itu Kebun Botani Pertama di Asia Tenggara ini merupakan pusat dari berbagai penelitian yang dilakukan di Hindia Belanda.

Kekuasaan boleh beralih, tetapi fungsinya tidak berubah.

Ketika kekuasaan Belanda di Indonesia runtuh dan digantikan oleh Pemerintah RI, peran kawasan ini tetap sebagaimana sebelumnya. Bahkan, hingga saat ini. Kawasan Penelitian Pertanian Cimanggu tetap menjadi pusat penelitian dan pengembangan untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan pertanian, perkebunan, kehutanan dan juga peternakan.

Saat ini, di kawasan ini terdapat beberapa instansi pemerintah terkait dengan hal itu, yaitu

  1. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Pangan
  2. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Perkebunan
  3. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hortikultura
  4. Balai Besar Penelitian Veteriner
  5. Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Biotehnologi Dan Sumber Daya Genetik
  6. Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian
  7. Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Pasca Panen
  8. Balai Besar Pengkajian Dan Pengembangan Tehnologi Pertanian
  9. Balai Penelitian Agroklimat Dan Hidrologi
  10. Balai Penelitian Tanaman Obat Dan Aromatik
  11. Kawasan Auditorium 2 Balitbang Pertanian
  12. Balai Penelitian Tanah

Jadi, peran sebagai salah satu kunci pertanian di Indonesia, yaitu bidang penelitian masih dipegang oleh kawasan ini, hingga masa kini.

Agrowidyawisata Penelitian Pertanian Cimanggu

Kebun Wisata Ilmiah Bogor

Nah, di Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, sebenarnya ada bagian yang dapat dikunjungi oleh umum, dengan kata lain sebagai lokasi wisata.

Tentu saja, Anda tidak akan menemukan berbagai permainan. Wisata yang dapat dilakukan disini bertujuan untuk menambah pengetahuan bagi yang datang. Kalau di museum yang ditunjukkan adalah benda-benda yang statis, di lokasi ini pengunjung akan diperkenalkan dengan flora yang terkait dengan pertanian.

Istilahnya Agrowidyawisata. Semacam wisata budaya.

Kampus Penelitian Pertanian CimangguAda beberapa tempat untuk kepentingan ini, seperti

Sayangnya, tidak banyak yang mengetahui bahwa beberapa lokasi di Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu ini bisa dikunjungi umum. Bahkan, banyak warga Bogor yang tinggal di Cimanggu sendiri tidak menyadari bahwa mereka diperkenankan untuk masuk.

Kalau saja, promosi dilakukan, mungkin akan banyak memberikan pengetahuan bagi banyak orang.

Cara Menuju Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu

Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu

Untuk menuju area ini dengan angkutan umum, hanya ada satu trayek, yaitu no 12 Merah. Angkot ini bisa ditemui di depan Stasiun Bogor, Taman Topi, Pasar Anyar atau Jalan Sudirman.

Kalau dari Terminal Baranangsiang, pergunakanlah angkot no 02 atau 03 Merah dan berhenti di halte seberang stasiun.

Kalau menggunakan kendaraan pribadi, patokan yang paling mudah adalah dengan melalui Taman Air Mancur/Jalan Sudirman. Kemudian berbeloklah memasuki Jalan RE Martadinata dan tinggal ikuti saja jalan ini hingga menemukan Gardu Tua bertuliskan Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu seperti foto di bagian awal artikel ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.