Bogor punya banyak julukan, Kota Hujan, Kota Talas, Kota Wisata, dan yang paling menyebalkan Kota Sejuta Angkot.

Yang terakhir itu yang paling membuat sebal dan rasa sakit di hati. Tetapi, suka tidak suka, julukan itu tepat menggambarkan kehidupan bertransportasi di Kota Hujan ini.

Angkot memang merajai hampir setiap sudut jalan. Pemandangan kendaraan bermerk minibus Suzuki berwarna hijau sangat dominan.

Belum ditambah dengan kelakuan mereka yang seperti menjadi raja jalanan. Mereka merasa berhak berhenti dimana saja untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Tidak peduli ada tanda larangan berhenti, mereka tetap akan berhenti.

Jadi, julukan Kota Sejuta Angkot, walau salah secara matematis karena angkot di Bogor tidak sampai 1 juta, sangat pas mendeskripsikan suasana kota di sebelah Selatan Jakarta ini.

Dan, julukan itu, meski diakui sendiri oleh banyak warga Bogor, tetap menghadirkan rasa sebal dan kesal saat mengatakannya. Bete sekali menerima kenyataan kotanya mendapat “nama “buruk” seperti itu.

Untungnya, pagi ini, ada satu postingan di Instagram dari akun resmi Pemkot Bogor yang menghadirkan harapan, bahwa suatu waktu, julukan Kota Bogor sebagai Kota Sejuta Angkot akan segera menghilang dari peredaran.

Postingannya seperti di bawah ini.

 

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Dibesituakan, Angkot di Kota Bogor Akan Berkurang 635 Unit Tahun Ini . . Wali Kota Bogor Bima Arya memimpin kegiatan reduksi konversi (2:1) kepada sejumlah angkutan kota (angkot) yang sudah melewati batas usia operasional yakni 20 tahun atau lebih. Proses reduksi dengan skema scraping (dibesituakan) tersebut digelar di halaman Balaikota Bogor, Jalan Juanda, Bogor Tengah, Minggu (1/3/2020). Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Eko Prabowo, jajaran Muspida, Organda, KKU, KKSU, pimpinan badan hukum, para pemilik hingga sopir angkot. Dilihat dari kondisinya, angkot yang di-scraping memang sudah tidak layak jalan. Bahkan beberapa diantaranya ada yang sudah berusia hampir 30 tahun. Proses scraping dilakukan dengan mengambil bagian-bagian dari angkot tersebut menggunakan las dan gerinda. . . #pemkotbogor #welovebogor #bogorberlari #bogohkabogor

Sebuah kiriman dibagikan oleh BOGOR BERLARI (@pemkotbogor) pada


Akhirnya….

Langkah awal menuju Kota Bogor bebas angkot dimulai juga. Rencana ini sudah didengungkan sejak tahun yang lalu, 2019 dan sampai akhir 2021 diharapkan sisa 2000-an angkot akan segera pensiun dari jalanan Bogor.

Artinya, setidaknya tahun ini hampir 1/3 angkot sudah tidak lagi beroperasi di jalanan Bogor.

Jadi, ada bagusnya juga julukan Kota Sejuta Angkot direvisi sedikit tahun ini menjadi Kota 2/3 Juta Angkot.

Berita yang seperti musik di telinga warga yang sudah bosan dengan kelakuan para supir angkot di jalanan.

Apa Penggantinya ?

Rencananya dan sedang dalam studi kelayakan menggantikannya dengan trem, bisa dikata bus di atas rel.

Keren sih kalau memang benar-benar terealisasi. Kota Bogor bisa punya transportasi yang mirip dengan beberapa kota besar di dunia, seperti San Fransisco atau Melbourne.

Studi kelayakannya sudah selesai dan kota ini layak mengoperasikan trem.

 

 

Cuma, jalan sepertinya masih panjang untuk mengganti julukan Kota Sejuta Angkot menjadi Kota Trem.

Masih ada kendala lahan dan juga biaya yang besar sekali, Rp 1,5 trilyun.

 

Tapi, setidaknya, ada harapan akan ada perubahan di kota ini dalam waktu dekat, yaitu berkurangnya angkot di jalanan.

Kalaupun trem masih butuh waktu untuk diwujudkan, setidaknya, langkah menuju kesana sudah dilaksanakan dan dipersiapkan.

Semoga saja bisa terwujud, suatu waktu tidak ada lagi nyinyiran Bogor Kota Sejuta Angkot dan digantikan Bogor Kota Trem.

2 COMMENTS

  1. wah baru tahu julukan itu. ternyata bukan di Makassar saja yang banyak angkotnya. nice info om. sehat selalu. 🙂

    • Makassar sih kayaknya kalah sama Bogor Mas..soal banyak-banyakan angkot

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.