jembatan penyeberangan Kapten Muslihat

Terlalu tinggi! Curam! Kasihan para orangtua yang harus menaikinya! Kepentingan para penyandang cacat tidak diperhatikan.

Kalau diperhatikan memang itulah kesan yang terlihat pada Jembatan Penyeberangan Kapten Muslihat Bogor. Apa yang diungkapkan oleh banyak warga kota Bogor ini memang mewakili apa yang mereka lihat.

Bentuk fisik dari Jembatan Penyeberangan Kapten Muslihat memang terlihat agak terlalu tinggi. Tangganya juga terlihat curam. Sesuatu yang agak menyulitkan orang berusia lanjut untuk menggunakannya.

Apalagi untuk penyandang disabilitas, sudah pasti JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) ini tidak memungkin mereka mempergunakannya. Tidak tersedia sarana penunjang yang memberi kemudahan pada mereka.

Hanya saja, kadang manusia memang kadang terlalu sibuk melihat sisi kekurangan. Sesuatu yang “kurang” memang lebih menarik untuk dibahas dibandingkan “kelebihan”. Bad news is good news. Kekurangan adalah bahan yang jauh lebih menarik untuk dibahas dibandingkan manfaat yang diberikan.

Padahal, dibandingkan dengan beberapa waktu lalu, situasi di kawasan di depan Stasiun Bogor ini luar biasa semrawut. Angkot ngetem sembarangan. Pejalan kaki melintas dan menyeberang dimana saja mereka mau.

SEMRAWUT! KACAU! MACET!

jembatan penyeberangan Kapten Muslihat

 

Ya, memang begitulah keadaan di area ini setiap harinya sebelum Jembatan Penyeberangan Kapten Muslihat diresmikan tahun 2014 yang lalu.

Berbeda situasinya dengan apa yang ada saat ini. Dilengkapi dengan pembatas jalan berupa pagar besi dan dihiasi dengan taman vertikal, situasi di depan stasiun kereta ini menjadi lebih rapih dan tertata.

Pejalan kaki sudah dipaksa untuk melintasi jembatan ini ketika mereka harus menyeberang. Tidak ada lagi kendaraang berbelok ke arah Jalan paledang seenaknya.

Memang tetap terlihat ramai dan sibuk. Sesuatu yang tidak akan pernah berubah bahkan hingga di masa depan. Keberadaan Stasiun Bogor akan selalu membuat Jalan Kapten Muslihat ini sibuk setiap harinya.

Meskipun demikian, keteraturan mulai tampak. Penyeberang jalan sudah mulai terbiasa menggunakan Jembatan Penyeberangan Kapten Muslihat ini. Tidak lagi melintas jalan dan menyebabkan kemacetan.

Sesuatu yang sejak dahulu sudah diharapkan oleh banyak warga Bogor.

Tentu saja, masih terlalu banyak kekurangan pada JPO ini, tetapi bukankah sangat tidak adil bila kita tidak melihat sisi manfaat yang diberikan. Warga Bogor sedang belajar untuk lebih tertib. Keberadaan Jembatan Penyeberangan Kapten Muslihat ini, dengan segala kekurangannya, mengajarkan kepada banyak warga Bogor bagaimana menjadi sebuah masyarakat yang lebih beradab dan tertib.

Bukankah itu yang semua inginkan? Jadi, ada bagusnya kita memberikan penghargaan terhadap pemerintah daerah Kota Bogor atas apa yang telah mereka lakukan.

Ataukah.. kita akan terlalu sibuk untuk terus mengutak-atik sisi kekurangannya saja? Itu adalah pilihan anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.