si codot sikorsky s-58 monumen helikopter baru di Atang Sanjaya Bogor

Prinsip sederhana nan penting di zaman now “Jangan Pernah Lupa Bawa Smartphone”. Hal itu ternyata ada benarnya dan saya merasakan sendiri manfaat untuk tidak melupakan prinsip ini hari ini.

Bukan karena saya gemar chatting via Whatsapp atau aplikasi chatting lainnya. Pada dasarnya, saya justru termasuk kategori pemalas untuk urusan yang seperti ini. Pesan sering baru dibalas setelah satu dua hari. Tetapi karena hal lainnya, yaitu hobi fotografi dan sebagai blogger.

Ternyata, smartphone telah menghindarkan saya dari melakukan hal yang sia-sia.

Jangan pernah lupa bawa smartphone dan cek baterai kamera

Pagi ini, rencananya saya hendak berburu foto dan tentunya cerita. Lovely Bogor sudah cukup lama tidak diisi dengan artikel baru dan juga butuh foto terbaru dari Monumen Helikopter di Lanud Atang Sanjaya. Tahun 2017, jenis helikopter yang mejeng berubah dari Mil Mi-1 buatan Rusia menjadi Sikorsky S-58 Twin Pack/Choctaw atau yang dikenal sebagai si Codot. Tentunya tulisan tersebut perlu diupdate agar pembaca pun tahu perubahan itu.

Kamera dikeluarkan. Si Supra Fit dipanaskan. Tidak lupa minta izin pada si mantan pacar, yang sudah mafhum kebiasaan suaminya untuk berkeliling Bogor di akhir pekan.

Semua lengkap. Tidak ada yang kurang.

Berangkatlah saya dengan tujuan pertama Semplak dimana si Codot berada.

Jangan pernah lupa bawa smartphone dan cek baterai kamera 2

Tidak sampai 15 menit saya sudah tiba di lokasi. Parkir di minimarket Alfamart yang berada di seberang lokasi. Jalan kesana kesini untuk mencari sudut pemotretan yang paling bagus.

Si Canon 700D pun dikeluarkan setelah sudut yang dicari ketemu. Lensa 55-250 mm sudah terpasang siap tempur. Beberapa saat kemudian kamera diarahkan ke si Codot.

Dan, saya tertegun. Si Canon tidak bereaksi apa-apa. Tidak ada tanda-tanda kehidupan meskipun sudah “ON”. Layar monitor tidak memperlihatkan tanda apapun. Blank. Kosong.

Yah. Sempat terpikir bahwa ada sesuatu yang salah dengan kamera kesayangan ini. Tetapi, kemudian saya teringat bahwa saya tidak pernah memakainya sejak acara Cap Go Meh yang lalu. Jadi, tenanglah saya, kemungkinan besar hanya baterai yang habis.

Meski demikian, tetap saya merutuk dalam hati. Bloon! Kenapa lupa prinsip satu lagi, yang berlaku untuk seorang fotografer. Sama sederhananya, yaitu “Jangan Pernah Lupa Cek Kamera” sebelum hunting foto. Ini alasannya.

Sudah berada di lokasi tetapi tidak bisa memotret apa-apa. Sesuatu yang sangat menyebalkan dalam kehidupan seorang fotografer.

si codot sikorsky s-58 monumen helikopter baru di Atang Sanjaya Bogor

Untungnya, saya teringat pada si Asus Padfone T00N. Walaupun kameranya sudah tidak terlalu bagus karena banyaknya goresan pada lensanya, tetapi itu satu-satunya yang bisa membuat perjalanan kali ini tidak sia-sia.

Setelah dicek, masih beruntung juga ada tersisa 20% daya baterai tersisa (kebiasaan jelek jangan ditiru juga membiarkan baterai sampai minim).

Dan inilah hasilnya. Semua foto yang ada di artikel ini dan satu artikel sebelumnya adalah hasil si smartphone lawas, warisannya si Kribo kecil.

Setidaknya hunting foto kali ini tidak sia-sia karena ada satu artikel yang bisa terbit dan tujuan utama untuk mengupdate satu tulisan juga tercapai. Minim memang tetapi apa mau daya, dengan kamera yang tanpa daya dan smartphone yang sudah dalam kondisi kritis, perjalanan diakhiri sampai situ saja.

Kembalilah saya ke rumah.

Parahnya lagi, sesampainya di rumah, niatnya langsung mencharge baterai si Canon. Begitu tutup baterai kamera dibuka, melongo lah saya.

“Tidak ada baterai” di dalam si Canon. Pantas saja terasa lebih ringan dari biasanya.

sikorsky h-34 choctaw si codot lanud atang sanjaya bogor A

Rupanya sepulang dari meliput Cap Go Meh Bogor 2018, 2 Maret yang lalu, saya sempat mencharge baterainya. Hal itu adalah prinsip standar seorang fotografer dan saya melakukannya dengan baik.

Cuma, masalahnya, ternyata saya lupa melepas baterainya dari chargerannya dan lupa memasukkannya ke dalam si Canon.

Benar-benar parah. Cuma bisa geleng-geleng kepala menertawai kecerobohan sendiri.

Sekaligus tetap bersyukur bahwa setidaknya dari dua prinsip sederhana ala masyarakat zaman now, ada satu yang masih dilakukan dengan baik, yaitu “Tidak lupa membawa smartphone” kemanapun pergi.

Setidaknya tidak sia-sia hunting foto dan cerita yang ini. Ada 2 artikel dan satu update bisa dilakukan. Salah satunya ya yang Anda baca ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.