Halte Trans Pakuan pernah menjadi simbol sebuah harapan bagi masyarakat Kota Bogor dalam hal transportasi massal yang murah, nyaman.

Beberapa tahun yang lalu, Trans Pakuan, sistem angkutan berbasis bus yang bisa dikata merupakan imitasi dari bus Trans Jakarta, pernah membangkitkan harapan bahwa Bogor akhirnya punya pengganti sistem angkot yang sudah sangat ketinggalan jaman itu. Beberapa jalur angkutan ini tidak pernah sepi dari pengguna jasanya.

Haltenya pun hampir tidak pernah kosong karena selalu saja ada warga yang mengisinya saat menunggu kedatangan bus ini.

Lebih tertib karena penumpang tidak naik dari sembarang tempat karena bus hanya berhenti di halte yang telah ditentukan. Lebih nyaman dan lebih hemat waktu karena tidak ada sistem ngetem dan menunggu penumpang penuh dulu.

Apalagi, mayoritas bus memakai bahan bakar biodiesel yang berasal dari minyak jelantah.

Semuanya klop dan memenuhi harapan untuk angkutan umum yang hemat waktu, murah, nyaman, dan lebih ramah lingkungan. Harapan untuk menghilangkan image Bogor sebagai Kota Sejuta Angkot pernah hadir di hati banyak warga kota hujan ini.

Itu dulu. Beberapa tahun yang lalu.

Bukan sekarang.

Halte Trans Pakuan Merana Menanti Yang Tak Kunjung Kembali D
Halte Trans Pakuan – Semplak

Sekarang ?

Mungkin, kondisi halte Trans Pakuan di bawah ini bisa memberikan gambaran tentang transportasi umum yang pernah menjadi idola sebagian warga Bogor.

Halte Trans Pakuan UIKA
Halte UIKA
Halte Trans Pakuan UIKA
Halte UIKA
Halte Trans Pakuan UIKA
Halte UIKA
Halte Semplak
Halte Semplak
Halte Trans Pakuan Semplak
Halte Semplak

Kotor. Kumuh. Vandalisme menyelimuti. Dinding rusak.

Tidak heran, beberapa calon pengguna bus APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway) yang menggunakan halte yang sama memilih menunggu di luar.

Kondisi ini seperti mencerminkan keberlangsungan perjalanan sang Trans Pakuan sendiri, yang sudah berhenti beroperasi sejak tahun 2016.

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya di awal Januari 2019, sempat terdengar kabar bus ini beroperasi kembali. Bahkan, satu dua bus mulai terlihat kembali menyusuri jalan Soleh Iskandar. Beberapa warga mulai kembali menyuarakan kegembiraannya.

Tetapi, kemudian menghilang lagi.

Keuangan perusahaan daerah, pengelolanya, menjadi masalah karena sejak beroperasi, hanya kerugian yang didapat. Bahkan, untuk membiayai operasional saja tidak bisa.

Hasilnya, Trans Pakuan hingga saat ini tidak kunjung kembali beroperasi dan kembali memenuhi harapan para warga Bogor.

Entah sampai kapan.

Mungkin, sampai nanti tahun 2022 ketika Bogor mulai steril dari angkot.  Saat dimana pemerintah Kota Bogor akan membutuhkan angkutan umum baru. Meski rencananya, trem lah yang akan menjadi pengganti, tetapi beberapa wacana telah diutarakan untuk mengoperasikan kembali si Trans Pakuan dengan bantuan dari Damri dan Pt Trans Jakarta.

Mungkin..

Halte Trans Pakuan Merana Menanti Yang Tak Kunjung Kembali B1Karena seperti biasa, wacana, diskusi, perdebatan, rencana, semua masih butuh proses dan jalan untuk terealisasi. Bisa berhasil, bisa gagal.

Sesuatu yang artinya, para halte Trans Pakuan ini belum akan dilirik dalam waktu dekat. Mereka akan terus merana dalam menanti sesuatu yang mungkin tidak akan kunjung kembali, yaitu beroperasinya kembali Trans Pakuan.

Sama seperti harapan banyak warga Bogor yang pernah merasakan nyamannya menggunakan kendaraan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.