Yang Dilakukan di Kebun Raya Bogor
Pengunjung Kebun Raya Bogor

Berjalan-jalan menikmati pemandangan dan kesejukan adalah satu hal. Meskipun demikian, sebenarnya hal tersebut bukanlah satu-satunya hal yang dilakukan di Kebun Raya Bogor.

Hutan dalam Kota Bogor tersebut memang bak sebuah wadah saja yang bisa diisi dengan berbagai kegiatan lainnya. Apa yang bisa dilakukan di dalamnya tergantung pada kapasitas imajinasi yang ada dalam benak manusia.

Mungkin , kalau pohon-pohon di Kebun Raya Bogor bisa bercerita, rasanya akan panjang sekali daftar tingkah laku manusia yang mereka utarakan.

Ada yang normal dan umum. Tidak jarang juga ada yang akan membuat kita heran dan mencibir.

Nah, kira-kira, kalau pepohonan bisa menceritakan tingkah laku manusia yang dilakukan di Kebun Raya Bogor, apa yang mereka akan sampaikan pada pembaca Lovely Bogor?

Meski ada yang berpendapat bahwa pohon pun berbicara dan berbisik satu dengan yang lainnya, tidak beda dengan manusia, sayangnya belum ada kamus bahasa pohon. Jadi tidak mungkin LB bisa mengutarakan apa yang bisa pepohonan tersebut ingin sampaikan.

Meskipun demikian, sebagai seorang warga kotanya Pejuang Tanah Air ini, dan sudah tak terhitung berapa kali mengunjungi tempat ini, rasanya mungkin LB bisa menyampaikan sedikit tentang beberapa kegiatan yang dilakukan di Kebun Raya Bogor.

Kalau dibuatkan daftarnya, kira-kira akan seperti ini.

Kegiatan yang dilakukan di Kebun Raya Bogor

Menikmati Pemandangan

Yang dilakukan di kebun raya bogor
Pemandangan daun-daun yang luruh di Kebun Raya Bogor

Mau tidak mau, kalau sudah berada di dalam Kebun Raya Bogor, pengunjung akan “dipaksa” menikmati pemandangan alam. Tidak banyak pilihan karena tempat ini tidak menyediakan berbagai wahana lain, seperti permainan.

Itulah mengapa namanya dimulai dengan kata “Kebun” atau dalam bahasa Inggris “The Garden”. Pemandangan keindahan alam dalam kebun buatan merupakan hal yang harus menjadi tujuan utama ketika berwisata atau berkunjung ke tempat ini.

Kalau Anda sudah membaca tulisan sebelumnya berjudul “Kebun Raya Bogor – Tempat Mana Yang Menarik?”, maka Anda, bisa diduga, sudah tahu spot-spot mana disini yang memiliki pemandangan indah dan enak dipandang mata.

Kalau dari sudut lensa seorang fotografer amatiran seperti LB, luruhan daun-daun berwarna coklat ke atas hijaunya rerumputan, sudah merupakan sebuah keindahan tersendiri.

Kalau Anda tidak setuju, silakan cari pemandangan indah yang lain. Masih ada banyak yang bisa menggugah sisi artistik Anda disini.

Berguru alias mencari ilmu

Yang dilakukan di Kebun Raya Bogor
Murid-murid belajar di Museum Zoologi

Dengan koleksi 15,000 spesies tanaman, belasan taman tematik dan museum di dalamnya, Kebun Raya Bogor adalah mahaguru dan sumber bagi ilmu pengetahuan.

Jadi salah satu kegiatan yang dilakukan di Kebun Raya Bogor adalah belajar dan mencari ilmu.

Kegiatan ini bukan hanya dilakukandi masa kini, oleh para murid sekolah di Bogor, melainkan sudah dikerjakan sejak awal berdirinya di tahun 1817.

Tidak mengherankan. Pada dasarnya, Kebun raksasa yang didirikan oleh Reindwardt ini memang ide awalnya adalah untuk meneliti berbagai spesies tanaman yang ada di bumi Nusantara.

Juga, jangan dilupakan bahwa nama resminya adalah Pusat Konservasi Tanaman-LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Sesuatu yang masih menunjukkan bahwa Kebun Raya Bogor adalah sebuah tempat untuk belajar dan mencari ilmu.

Mangan Ora Mangan, Sing Penting Ngumpul

Yang dilakukan di Kebun Raya Bogor
Mangan ora mangan sing penting ngumpul

Pepatah Orang Jawa (baca – suku Jawa) bahwa yang penting kita berkumpul dan bersilaturahmi, masuk dalam satu hal yang dilakukan di Kebun Raya Bogor.

Bukan sebuah hal yang aneh, kalau menemukan sekelompok manusia di dalam tempat ini, berkelompok dan ramai berhahaha-hihihi. Setelah itu mereka bubar.

Beberapa taman dan tanah lapang berumput di dalam Kebun Raya Bogor menjadikannya cocok sebagai tempat gathering alias berkumpul. Berbincang, entah apa, bersenda gurau, atau berbicara serius dilakukan di bawah rindangnya pepohonan.

Tidak jarang pula bahkan beberapa ruang di bangunan yang ada dipergunakan, seperti belum lama ini Griya atau Rumah Anggrek dijadikan sebuah arena reuni.

Kumpul Ora Kumpul Sing Penting Mangan

Ini pepatah buatan LB sendiri. Kebalikan dari yang no 3). Kalau diterjemahkan “kumpul tidak kumpul yang penting makan”.

Yang dilakukan di Kebun Raya Bogor

Pernah Anda menyaksikan sebuah mobil datang. Penumpangnya memilih sebuah tanah lapang, di Taman Soedjana Kassan.

Kemudian mereka menggelar tikar. Mengeluarkan rantang dan bungkus makanan.

Makan.

Kemudian kembali masuk ke mobil. Lalu “bye Kebun Raya”.

Lah? Ya, memang rupanya ada yang menganggap Kebun Raya adalah tempat untuk urusan mengisi perut saja. Rupanya kesibukan berbagai tempat kuliner di Kota Bogor, menginspirasi orang-orang untuk memanfaatkan Pusat Konservasi Tanaman LIPI ini sebagai lahan yang cocok untuk mengisi perut.

Apa mau dikata? Imajinasi setiap manusia memang tidak sama. Sah-sah saja kalau ada yang memanfaatkan si KRB ini untuk mempraktekkan pepatah ala LB, “kumpul ora kumpul sing penting mangan”.

Berlatih jadi fotografer alias mengambil foto

Yang dilakukan di Kebun Raya Bogor
Berlatih mengambil foto diri sendiri alias selfie

Kegemaran utama yang dilakukan di Kebun Raya Bogor sejak smartphone dengan kamera menjadi barang umum, adalah berlatih memotret.

Para calon fotografer amatir yang sedang berlatih seringnya menjadikan diri sendiri sebagai obyek bagi latihan mereka. Tidak peduli apakah pemandangannya menarik atau tidak, mereka cukup percaya diri bahwa semua akan menjadi menarik kalau diri mereka ada di foto hasil karya mereka.

Lebih jauh lagi setelah tongsis (tongkat narsis) ditemukan. Tehnik baru pengambilan foto lebih berkembang. Berbagai pose jalan pun coba diabadikan oleh para pengunjung tersebut.

Agak berbeda dengan yang sudah menjadi amatir. Berbekal entah kamera smartphone ataupun kamera DSLR, pengunjung dari kategori ini berusaha mempraktekkan beberapa trik untuk mendapatkan foto pemandangan yang indah.

Salah satu amatir yang melakukan ini adalah LB. Berbekal pengetahuan seadanya dan “auto mode”, hasil jepretannya berterbaran di blog ini.

Menyehatkan Badan

Yang dilakukan di Kebun Raya Bogor
Berolahraga di Kebun Raya Bogor

Menjaga kesehatan itu penting. Udara segar penting bagi kesehatan badan. Kalau digabungkan maka bisa disimpulkan udara segar akan penting bagi kesehatan.

Kebun Raya Bogor dengan ribuan pohon dewasa menjanjikan udara segar, bersih nan berlimpah di tengah sebuah kota yang mulai penuh dengan polusi.

Maka tidak mengherankan bahwa salah satu hal yang dilakukan di Kebun Raya Bogor oleh pengunjungnya adalah berolahraga.

Jogging. Berjalan kaki. Olahraga pernapasan. Semua bisa dilakukan di jalan-jalan yang ada di dalam lokasi Kebun Raya Bogor.

Warna hijau alami dari pepohonanpun sangat baik untuk menyegarkan mata yang lelah. Oleh karena itu, kalau Anda berkunjung kesini, jangan lupa mengolahragakan mata Anda dengan melirik ke kanan dan ke kiri melihat hijaunya dedaunan.

Kalau ada wanita cantik atau pria tampan masuk dalam jangkauan mata, maka itu adalah bonus.

Mempertebal Keimanan Kepada Sang Pencipta

Yang dilakukan di Kebun Raya Bogor

Apa yang dilakukan di Kebun Raya Bogor yang dapat mempertebal keimanan? Mudah saja sebenarnya dengan memandang warna warni bunga saja sudah seharusnya cukup untuk membuat semakin yakin terhadap Sang Pencipta.

Meskipun demikian, ritual keagamaan pun tidak boleh dilupakan. Tidak semua orang yang datang ke Kebun Raya Bogor hanya untuk berwisata dan berekreasi saja.

Ada dari mereka yang memanfaatkan kedatangan mereka juga untuk beribadah dan mempertebal keimanan mereka terhadap sang Pencipta.

Beberapa kali LB menemukan kelompok pengunjung yang datang untuk mendengarkan khotbah dari tokoh agamanya . Suara-suara sang pemberi khotbah disampaikan melalui pengeras suara portabel yang dibawa.

Tidak jarang suara-suara mereka berbenturan dengan alunan lagu musik dari pengeras suara kelompok pengunjung lainnya.

Jangan lupa juga, di dalam lokasi wisata ini juga terdapat sebuah bangunan mesjid/musholla tidak jauh dari Taman Astrid. Kalau tidak salah, setiap Jum’at umat Islam di sekitarnya diperkenankan memasuki KRB untuk melaksanakan sholat Jum’at.

Mencari pasangan, memutuskan pasangan, menjalin hubungan, selingkuh

Jembatan Pemutus Cinta - The Broken Heart Bridge
Jembatan Pemutus Cinta – The Broken Heart Bridge

Mencari pasangan, memutuskan pasangan, menjalin hubungan, selingkuh, dan kalau Anda tahu istilah-istilah lain terkait hubungan asmara antar dua insan, silakan tambahkan sendiri.

Pencari pasangan, dalam bahasa sekarang jomblowan/jomblowati akan berkeliling dengan mata waspada terhadap setiap “kesempatan” yang mungkin ada. Kebun Raya Bogor dikunjungi orang hampir 10-20 ribu orang setiap harinya. Pda hari libur, bisa mencapai 30 ribu dan pada hari raya bis amencapai 40 ribu-an pengunjung.

Tentu saja di dalam jumlah tersebut cukup banyak sesama jomblowan/jomblowati.

Yang hendak memutuskan pasangan, kalau yang berani, akan langsung bilang pada pacarnya bahwa hubungan mereka sudah berakhir. Yang penakut akan membawa pasangan yang hendak diputuskannya ke Jembatan Pemutus Cinta, sambil berharap jalinan kasihnya akan berakhir esok harinya.

Yang sudah atau baru saja memiliki pasangan akan berusaha mencari tempat dimana tidak banyak orang berlalu lalang. Bagi mereka ini, Kebun Raya memiliki banyak sekali tempat yang cocok. Biasanya kemudian, dunia akan menjadi milik mereka berdua, yang lainnya “ngontrak”.

Pasangan selingkuh, sambil bergandengan tangan matanya akan melirik ke sekeliling. Kalau para jomblo untuk melihat kesempatan, dalam kasus ini, kewaspadaan perlu untuk menghindari kemungkinan pasangan resmi hadir dan menemukan mereka.

Tingkah laku yang dilakukan di Kebun Raya Bogor terkait dengan asmara bisa dilihat secara kasat mata di berbagai sudutnya.

Berziarah

Yang dilakukan di Kebun Raya Bogor
Makam Mbah Jepra

Menyambangi makam seseorang yang dianggap keramat, merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh banyak anggota masyarakat. Istilahnya ziarah atau berziarah.

Jadi bukan hanya berziarah bukan hanya dilakukan ke makam pahlawan atau sanak saudara yang sudah meninggal.

Alasannya, konon katanya memanjatkan doa di tempat-tempat seperti itu akan memperlancar doa yang dipanjatkan. Entahlah benar atau tidaknya.

Apakah Kebun Raya Bogor masih memperkenankan pengunjung datang di malam hari, LB belum pernah mencobanya lagi. Di masa lalu, LB beberapa kali masuk di malam hari dan biasanya akan melihat di tempat ini, beberapa kelompok berada di dalam kompleks makam ini. Tidak jarang juga tercium semilir bau kemenyan. Itu di masa dulu yah.

Mengikat janji alias menikah dan berpesta

Dibuatkan kategori tersendiri. Alasannya karena memang alasannya berbeda dengan yang nomor 8. Sayangnya, ketika dalam beberapa kunjungan terakhir LB, tidak ada pasangan yang sedang mengikat janji sehidup semati mereka. Jadi tidak ada foto yang bisa dipajang.

Memang kenyataannya, sudah beberapa kali Kebun Raya Bogor dijadikan sebagai sebuah lokasi pesta taman merayakan pernikahan. Pelakunya biasanya berasal dari kalangan ternama atau “ber-uang”.

Akan ada bagian yang ditutup selama resepsi pernikahan berlangsung. Mohon maklum adanya.

Apakah hanya kalangan “beruang” yang bukan hewan tersebut saja yang boleh melakukan pernikahan disini, jawabnya tidak. Meskipun demikian, secara alami, mau tidak mau hanya yang memiliki harta berlebih saja yang bisa melakukannya. Bukanlah sebuah hal yang murah mengadakan resepsi pernikahan di Kebun Raya Bogor. Sudah pasti mahal.

Bengong, mencari ilham

Yang dilakukan di Kebun Raya Bogor

Hampir tidak akan bisa membedakan antara mereka yang sedang bengong karena memang ingin bengong dan yang sedang mencari ilham, entah untuk apa.

Postur tubuhnya hampir sama. Mata kosong dan pikiran melayang entah kemana.

Itu salah satu kegiatan lain yang dilakukan di Kebun Raya Bogor. Pelakunya bervariasi, pria, wanita, tua, muda dan dari berbagai etnis. Hanya postur tubuh mereka yang sama.

Ada yang mungkin bengong karena baru diputuskan pacarnya. Bisa jadi juga, bengong dilakukan karena tekanan di kantor atau di rumah.

Memang Kebun Raya Bogor adalah tempat yang cukup cocok untuk melepaskan kepenatan dan stress di tempat lain. Dengan kata lain, tempat ini cocok menjadi tempat berbengong ria.

Alasan kalau ditemukan sedang bengong oleh orang yang dikenal pun sudah tersedia. Alasannya apa? Lihat nomor 1. Menikmati pemandangan. Keduanya hanya 11-12 alias beda tipis.

12. Menghabiskan Uang alias berbelanja

Toko Souvenir di dekat Gerbang Utama
Toko Souvenir di dekat Gerbang Utama

Tidak ada mall atau shopping center di dalam Kebun Raya Bogor. Meskipun demikian, pengunjung yang datang bisa menghabiskan uang yang mereka miliki di dalamnya.

Biasanya dipergunakan untuk membeli tiket masuk, makanan, minuman, dan souvenir.

Harga tiket masuknya sih, tidak akan menjebol kantung. Murah bahkan. Tarif masuk Kebun Raya Bogor hanya Rp. 14.000.-/orang saja.

Cara menghabiskan uang yang dilakukan di Kebun Raya Bogor biasanya lebih banyak berkaitan dengan makanan/minuman dan oleh-oleh.

Harga makanan dan minuman yang ada disini, layaknya di sebuah kawasan wisata, bisa mencapai 2 kali lipat dibandingkan harga normal di sebuah pasar swalayan. Apalagi kalau makannya di kafe yang terdapat di dalamnya. Harus disiapkan uang lebih banyak lagi.

Sebuah toko souvenir kecil di dekat Gerbang Utama di Selatan KRB, dekat Pasar Bogor, juga merupakan tempat favorit untuk menghabiskan uang hasil jerih payah Anda.

13. Mencari uang alias mencari nafkah

Yang dilakukan di Kebun Raya Bogor
Pedagang di Kebun Raya Bogor

Kalau ada kelompok yang menghabiskan uang mereka, haruslah ada kelompok lain yang menerima lembaran-lembaran tersebut.

Yang dilakukan di Kebun Raya Bogor oleh kelompok jenis ini tentu saja berbeda. Kalau kelompok pertama untuk bersantai, relax, bersenang-senang, anggota-anggota dari kelompok kedua ini, justru datang ke KRB untuk mencucurkan keringat demi anak istri mereka.

Yang masuk dalam kategori yang terakhir, bisa disebut, pegawai KRB, pedagang, tukang foto dan tour guide. Kalau di masa lalu, bahkan anak-anak dengan membawa tikar berkeliling dan menawarkannya pada pengunjung atau wisatawan untuk disewa.

Kebun Raya Bogor merupakan sumber nafkah bagi banyak warga Bogor juga.

14. Bermain, rekreasi, piknik

Yang dilakukan di Kebun Raya Bogor

Ini yang dilakukan di Kebun Raya Bogor oleh mayoritas pengunjung atau orang-orang yang ada di dalamnya.

Tentu saja. Untuk apa datang ke tempat ini tidak untuk berwisata, bergembira dan bersenang-senang. Kalau tidak ada kegembiraaan disini, lalu untuk apa dikunjungi. Lebih baik tinggal di rumah atau di kantor yang penuh stress.

Bermain, meskipun biasa dilakukan oleh anak-anak, orangtua pun tidak pernah dilarang untuk bermain di dalamnya. Mau bersepeda, jingkrak-jingkrak, tidak ada yang bisa menghentikan Anda , bila memang itu keinginan Anda. Mungkin hanya pandangan mata aneh dari pengunjung lain yang biasanya membuat Anda berhenti.

Tapi, mengapa tidak. Bermainlah. Bergembiralah. Toh, memang manusia butuh hiburan. Hanya perlu menggunakan imajinasi Anda saja untuk menentukan permainan apa yang hendak dilakukan disini.

——

Kira-kira, begitulah berbagai kegiatan yang dilakukan di Kebun Raya Bogor.

Kemungkinan besar, masih banyak lagi yang bisa ditambahkan. Sayangnya, pohon-pohon disana tidak bisa berbicara. Kalau saja bisa, pasti daftarnya akan menjadi semakin panjang.

Apa yang biasa dilakukan LB di Kebun Raya Bogor?  Nomor 1,2,3, dan 5 adalah yang paling sering dilakukan.

Bagaimana dengan Anda? Sudah pernah melakukan salah satu atau “salah dua” dari daftar hal yang dilakukan di Kebun Raya Bogor. Yang mana saja yang sudah pernah Anda kerjakan?

Ataukah.. Anda hendak menambahkan? Silakan. Kolom komentar memang disediakan untuk tujuan itu.

8 COMMENTS

  1. Blog terbagus yang pernah saya baca. Amat sangat bermanfaat WKWKWKWKWKWK

    • Alhamdulillah.. makasih sudah berkunjung

  2. Terima kasih, pak atas informasinya. Sangat bermanfaat.

  3. Saat ini kafe / resto yang ada di dalam KRB apa ya? Terakhir taunya kafe Daun .. itupun belum kesampean kesana.
    Dan jembatan pemutus cinta itu, saat berkeliling KRB gak harus dilewati kan ya?.. kan saya gak mau putus..hanya mau berkunjung dan menikmati KRB. ??
    Mohon pencerahannya.. terimakasih kang.

    • Namanua skrg Grand Garden Cafe, tetapi org Bogor kenalnya tetap Kafe Daun.

      Hahaha tenang saja.. banyak jalan lain dan tidak perlu harus selalu lewat jembatan putus cinta. Yg pasti kalau dekat Taman Meksiko, jangan nyebran lewat jembatan merah saja..nitu jembatan putus cinta.. cari jalan lain

  4. mmm..mmm..mmm banyak sekali manfaatnya yach pak tempat ini, sayang saya belum bisa kesana,,,,

    • Maen kesini kang.. ditunggu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.