Etika Penumpang Commuter Line
Commuter Line di Stasiun

Etika penumpang Commuter Line – Beberapa waktu yang lalu, sebuah kasus membuat heboh dunia maya Indonesia. Seorang netizen pengguna commuter line melontarkan celaan pedas terhadap ibu hamil.

Celaan yang mungkin berasal dari pengalamannya menjadi roker atau rombongan kereta. Mungkin ia mengalami ketika sedang duduk, ia diminta memberikan tempatnya kepada seorang ibu yang sedang mengandung.

Rupanya pengalaman tersebut merasa dirinya dirugikan karena hilangnya kenyamanan yang sedang ia rasakan. Apalagi kenyamanan duduknya harus diberikan kepada seorang yang tidak dikenalnya.

Alhasil, kata-kata pedasnya di dunia maya berujung pada cercaan dan cacian dari ribuan netizen lainnya. Si netizen, yang ternyata wanita tersebut, menjadi sasaran tembak kegeraman warga pengguna commuter line.

Ia dianggap sebagai seorang yang tidak punya perasaan dan tidak tahu etika.

Ribuan yang mengecam tetapi ada juga yang membela.

Etika penumpang Commuter Line (CL)

Etika Penumpang Commuter Line
Penumpang dalam Commuter Line

Berkaitan dengan yang menyebut sang netizen sebagai tidak tahu etika, apakah mereka berlebihan? Mana mungkin sekelompok orang yang kebanyakan tidak saling mengenal ada etika?

Nah, disinilah letak masalahnya. Kalau sang netizen pernah belajar ilmu sosial yang membahas mengenai etika , rasanya dia tidak akan melakukan hal tersebut.

Memang, para penumpang di dalam si ulat besi mayoritas tidak saling mengenal satu dengan yang lain. Apalagi setelah naik si Commuter Line (CL) mereka akan sibuk dengan dunianya sendiri. Ada yang bermain gadget, baca koran dan juga tidur. Jarang sekali terjadi interaksi antar manusia selama perjalanan (kecuali yang sudah saling kenal)

Meskipun demikian, hal tersebut tidak merubah fakta bahwa semua manusia yang ada disana adalah bagian dari masyarakat. Masyarakat sendiri tentu saja punya berbagai aturan dan kode etik yang tetap mengikat seorang manusia.

Tidak pula bisa dilupakan bahwa manusia-manusia tersebut juga secara naluriah membentuk sub masyarakat bernama masyarakat penumpang Commuter Line.

Sebuah masyarakat sebagaimanapun kecilnya tetap memiliki aturan dan etika yang berlaku. Bahkan dalam masyarakat terkecil, yaitu keluarga pun ada aturannya. Apalagi dalam sebuah gerbong kereta berisikan ratusan orang.

Nah, etika seperti apa yang harus diperhatikan selama menjadi peumpang commuter line.

Etika penumpang CL yang tertulis (nama lainnya aturan)

Lha aturan kan bukan etika ! Salah !

Tujuan dari adanya etika adalah untuk memberi keteraturan dalam masyarakat. Sebagian dari etika dibakukan dan menjadi aturan yang bisa menjadi panduan bagi anggota masyarakat mengenai benar dan salahnya sebuah tindakan.

Bedanya adalah kalau melanggar aturan maka selain sanksi masyarakat, si pelanggar juga bisa dikenakan hukuman, pada pelanggaran etika maka hukuman diberikan oleh masyarakat saja.

Contohnya etika penumpang commuter line yang dibakukan atau tertulis

etika penumpang commuter line
Tanda larangan di commuter line
  1. Dilarang merokok
  2. Dilarang duduk di lantai atau menggunakan kursi lipat
  3. Dilarang berjualan di atas kereta
  4. Dilarang mengamen
  5. Dilarang membawa binatang
  6. Dilarang makan dan minum selama perjalanan
  7. Dilarang membawa benda yang berbau tajam
  8. Dilarang membawa senjata tajam
  9. Dilarang membawa benda yang mudah terbakar
  10. Dilarang membuang sampah sembarangan

Itu adalah sebagian dari aturan (etika tertulis) bagi penumpang commuter line. Masih ada banyak lagi yang terpampang di pintu atau dinding kereta.

Semua ini menunjukkan hal-hal yang harus dipatuhi penumpang kalau tidak mau mendapatkan sanksi (dari petugas dan juga masyarakat di dalam kereta)

Etika penumpang tidak tertulis (alias etika)

Selain aturan, masyarakat penumpang CL sebenarnya masih terikat pada hal-hal lain yang tidak tertulis. Hal-hal yang sering dilupakan oleh masyarakat kita dalam bertransportasi.

Hal-hal tersebut seperti

Ibu hamil, ibu dengan balita/anak kecil, Lansia (Lanjut Usia) dan Orang Cacat

Etika Penumpang Commuter Line
Suasana di dalam Commuter Line

Berkaitan dengan keempat kategori ini, etika penumpang yang berlaku adalah siapapun dan dimanapun harus memberikan tempat. Hal ini bisa dikata adalah etika internasional dan berlaku di semua negara.

Memang PT Kereta Commuter Jabodetabek sudah menyediakan tempat duduk prioritas bagi ke-empat kategori ini. Meskipun demikian secara etika penumpang, semuanya “berkewajiban” mendahulukan mereka. Tidak terkecuali tempat duduk yang ditempati bukan tempat duduk prioritas.

Tempat duduk prioritas

Seperti sudah disebutkan di atas, pihak CL sudah menyediakan tempat duduk prioritas di setiap pojok gerbong. Hanya saja pemahaman masyarakat pengguna CL sangat sempit.

Prioritas diartikan bahwa kalau ada penumpang dari keempat kategori di atas, barulah tempat duduk tersebut diberikan.

Padahal di banyak negara maju, bahkan seorang anak kecil sering tidak mau duduk di bangku prioritas. Alasannya sederhana karena mereka merasa itu bukan hak mereka.

Masalah ini sering memancing keributan antar penumpang.

Saran : sebelum anda duduk di kursi prioritas, perhatikan gambar yang terpampang di dekat tempat duduk tersebut. Cocokkan dengan diri anda sendiri dan apakah diri anda seperti salah satu gambar yang ada atau tidak.

Bersin/Batuk

Anda sakit ? Bagusnya anda istirahat di rumah, hanya kadang si boss tidak mau mengerti dan anda harus berangkat ke kantor. Sebuah hal yang menunjukkan semangat yang patut diapresiasi.

Etika Penumpang Commuter Line
Penumpang Commuter Line

Hanya anda harus perhatikan bahwa anda membawa bibit penyakit dalam diri anda. Ketika anda bersin atau batuk, anda akan menyebarkan virus penyakit kepada orang lain.

Apalagi bila kereta sedang dalam keadaan padat. Batuk anda akan mengeluarkan bibit penyakit pada banyak orang.

Orang yang berada di dekat anda tentu akan merasa tidak nyaman dengan hal tersebut. Lebih parah lagi bila anda berada di belakang seseorang dan batuk atau bersin anda akan mengenai kepala orang tersebut.

Saran : etikanya adalah anda harus menjaga jangan sampai anda membuat penumpang lain risih dengan adanya anda disitu. Pergunakan masker yang harganya tidak mahal selama anda bepergian. Kalaupun terpaksa dan mendadak, pergunakan tangan anda sebagai penutup

Barang Bawaan

Anda baru berbelanja ke Tanah Abang dan memakai CL untuk transportasi. Perhatikan barang bawaan anda.

Barang bawaan tidak dikenakan biaya dan tidak membeli karcis. Oleh karena itu jangan sampai diletakkan di atas kursi yang memakan tempat.

Begitu pula bila diletakkan di bawah. Jangan sampai benda tersebut mengganggu penumpang lain.

Jangan pula anda marah dan ngomel ketika barang anda terjepit oleh penumpang lain. CL bukanlah kereta barang dan penumpang harus lebih diutamakan dibandingkan barang.

Saran : bila anda membawa barang bawaan yang tidak bisa diletakkan di rak penyimpang barang, lebih baik anda memilih jadwal di luar jadwal sibuk.

Anak-anak

Etika Penumpang Commuter LinePenumpang lain akan maklum dan akan memberi keistimewaan pada anak-anak untuk menikmati perjalanan. Mereka tidak akan melarang anak-anak untuk naik ke atas kursi untuk bisa melihat melalui jendela.

Meskipun demikian seringkali sang orangtua membiarkan anaknya naik ke atas kursi. Padahal seringkali pula alas kaki yang dipakai kotor dan akhirnya mengotori kursi.

Hal tersebut jelas akan menmbuat banyak penumpang menggerutu karena kursinya menjadi kotor. Begitu pula pasti bagian kebersihan akan mengeluh dalam hati bahwa pekerjaan mereka bertambah.

Sesuatu yang sebenarnya sangat sederhana penyelesaiannya bilang sang orangtua bisa meminta anaknya untuk melepaskan alas kaki sebelum naik ke kursi.

Mengantri

Anda terburu-buru ke kantor ? Sepertinya semua penumpang pun demikian, mereka sama dengan anda mengejar tenggat waktu atau jam masuk.

Jadi janganlah memotong antrian.

Dahulukan penumpang yang turun

Bayangkan bila anda terburu-buru masuk tanpa memberikan jalan pada penumpang yang hendak turun. Bisa jadi anda membuatnya terbawa kembali oleh kereta.

Belum lagi kemungkinan jatuh akibat benturan.

Dimanapun penumpang yang turun harus diberikan prioritas . Lagi pula , bila mereka tidak turun maka susah buat mencari tempat untuk berdiri.

Saran : CL sekarang tidak akan berjalan sebelum ada tanda dari petugas di peron. Jangan takut anda ditinggalkan kereta.

Jangan bersandar pada orang lain

Etika penumpang Commuter LineKereta penuh dan penumpang berhimpitan adalah hal yang terjadi setiap hari. Usahakan untuk mencari pegangan untuk menghadapi ayunan dan goyangan kereta yang bisa membuat anda terjerembab.

Selain itu bantulah penumpang lain. Mereka pun sama susahnya seperti anda. Di jam sibuk dan padat, bahkan untuk mempertahankan agar bisa berdiri tegak saja sudah sulit, apalagi kalau beban badan anda ditambahkan.

——–

Masih ada beberapa etika penumpang lain yang tidak disebutkan di atas, seperti jangan mendorong ketika turun, jangan berbicara terlalu keras dan lain-lain.

Tidak ada polisi yang akan memberikan sanksi hukuman bagi pelanggar etika penumpang Commuter Line.

Meskipun demikian pelototan dari penumpang lain, gerutu yang diucapkan adalah bentuk sanksi sosial yang akan diberikan kalau hal-hal tersebut dilanggar.

Nah, begitu pula yang terjadi pada kasus netizen pencela ibu hamil. Ia tidak memahami bahwa bahkan dalam sebuah perjalanan Commuter Line tetap ada etika yang berlaku yaitu etika penumpang Commuter Line.

Semoga anda bisa mengambil manfaat dari tulisan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.