Dapur Cokelat Jelas Bukan Dapur

Pernah membaca kisah “Hansel & Gretel” ? Cerita anak-anak asal Jerman ini mendunia. Isinya berkisah tentang dua kakak beradik yang tertarik masuk ke sebuah rumah yang terbuat dari cokelat dan permen dan kemudian ditangkap oleh seorang penyihir jahat.

Nah, mungkin saya tahu perasaan si Hansel dan Gretel mengapa mereka bisa tertangkap. Mungkin rasanya sama saat saya memasuki gerai Dapur Cokelat di Jalan Pajajaran Bogor. Padahal, saya bukan lagi anak-anak atau remaja.

Memang sih tidak ada tiang atau dinding yang terbuat dari cokelat seperti di dalam kisah itu, tetapi nuansa cokelat tidak terhindarkan terasa begitu memasukinya.

Ada rasa kagum. Ada ketertarikan. Excited banget.

Pasti ! Dapur Cokelat Jelas Bukan Dapur

Dapur Cokelat Jelas Bukan Dapur 2

Berbagai tulisan yang tersebar di internet dan juga media massa menyebutkan bahwa konsep dasar , yang juga menjadi alasan pemilihan nama, adalah memakai konsep DAPUR a.k.a. tempat memasak.

Oleh karena itu, memang tidak mengherankan kalau toko kue yang didirikan oleh pasangan suami istri Ermey Trisniaty dan Okky Dewanto ini memajang berbagai perlengkapan “dapur” di dalamnya.

Bisa terlihat di salah satu bagian ruangan dimana terdapat kitchen set yang berisi panci, penggorengan, gelas, cangkir, dan bahkan kompor.

Cuma, jangan langsung membayangkan suasananya seperti dapur di rumah yah. Anda pasti salah. Kesan itu tidak akan ditemukan di gerainya, meski namanya Dapur Cokelat, tetapi kesannya jauh sekali dengan dapur pada umumnya.

Jangan sampai juga membayangkan bahwa penggorengannya penuh dengan warna hitam gosong karena sering dipakai. Saya cukup yakin bawah peralatan dapur itu bahkan tidak pernah dipakai sama sekali.

Mungkin kalau dimirip-miripkan, mirip dengan dapur milyuner yang tidak pernah masak selama hidupnya.

Silakan lihat di bawah ini bagian yang dimaksud di atas.

Jelas, Dapur Cokelat bukan dapur.

Suasana dan nuansa di gerainya membuat lebih tepat disebut sebagai ruang pamer. Bukan toko kue. Bukan pula sekedar bakery. Etalase juga rasanya kurang tepat meski di beberapa bagian terdapat etalase berpendingin untuk menyimpan sekali memperlihat produk kue cokelatnya.

Penataannya terkesan modern, minimalis, tetapi rapi jali. Tidak ada bagian yang berlebihan, sederhana, tetapi membantu menonjolkan keindahan dari beragam bentuk produk cokelat.

Di salah satu sisinya juga terdapat beberapa bangku dan meja modern. Kebetulan keberadaan dua orang yang sedang menikmati minuman (pasti terbuat dari cokelat juga) menjelaskan bahwa gerai Dapur Cokelat ini juga menjalankan fungsi sebagai kafe.

Imut , Lucu, dan Manis

Bukan kasirnya, tetapi di banyak sudut outlet Dapur Cokelat memang terpajang berbagai bentuk yang imut dan lucu.

Produk cokelat yang ditampilkan dalam ruang pamer ini bukan sekedar coklat atau bundar. Banyak sekali variasi bentuknya. Mulai dari sekedar hati sampai dengan binatang imut. lucu, dan tentunya manis.

Silakan lihat di bawah ini.

Bentuk cokelat imut dan lucu di dapur cokelat bogor 2Bentuk Cokelat Lucu Imut di Dapur Cokelat Bogor

bentuk kue lucu ala dapur cokelat A

Jadi bertanya-tanya, mungkinkah toko kue yang berdiri di tahun 2001 ini meniru penyihir dalam kisah Hansel & Gretel ataukah sang penyihir yang meniru Dapur Cokelat?  Yang jelas, sulit bagi siapapun untuk tidak tertarik melihat variasi bentuk yang begitu beragam dari jenis kuliner yang katanya “makanan para dewa ini” (Soal yang satu ini, coba lihat arti nama latin Cacao yang menjadi dasar cokelat).

Rasanya : Jelas Manis

Namanya kue atau penganan apapun yang terbuat dari cokelat pasti manis. Tidak ada yang asin atau gurih. Kalaupun ada variasi rasa, biasanya ada sedikit pahit jika penggunaan cokelat agak banyak yang terkadang justru disukai.

Jadi, rasa kue dan produk Dapur Cokelat pasti manis. Iya kan?

Kalau maksudnya produk Dapur Cokelat enak atau tidak, saya tidak bisa menjawab secara gamblang karena masalah selera setiap orang akan berbeda. Tidak akan pernah sama. Tidak ada patokan standar yang mana enak yang mana tidak.

kue ultah si kribo dari dapur cokelat AYang bisa saya gambarkan adalah kue cokelat yang dibeli untuk merayakan ultah ke-17 si kribo cilik yang tidak cilik lagi, anggota termuda tim Lovely Bogor, habis tandas dan tak tersisa.

Tujuh puluh atau delapan puluh persennya dihabiskan oleh yang berulangtahun. Emak bapaknya sih sekadarnya saja. Padahal, si cilik satu itu bukan penggemar fanatik cokelat.

Pertanda apa itu, silakan terjemahkan sendiri saja.

—–

Itulah alasan mengapa saya rasa jawaban mengapa Hansel dan Gretel bisa sampai terjebak oleh sang penyihir sudah ditemukan. Iya kan? Jangankan anak-anak, orangtua pun rasanya sulit untuk tidak merasa tertarik dengan apa yang dipajang di sebuah “dapur” yang jelas bukan dapur itu.

Bagaimana?

Anda mau mencoba menjadi Hansel & Gretel versi Bogor sekaligus modern? Mungkin bisa mencoba ke Dapur Cokelat saja.

Alamatnya di bawah ini :

Jalan Pajajaran no 46, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Bogor. Telpon : 0251 – 8322899

Lokasinya mudah dicapai kok karena berada di jalur yang memang salah satu jalan protokol Bogor. Patokannya adalah kawasan dimana banyak factory outlet dan tidak jauh dari Taman Kencana atau Hotel Pangrango.

Kalau memakai angkutan umum lokasinya berada di jalur 03, 08, 09, Merah. Tentunya Grab dan Go-Jek tahu dimana lokasinya.

Selamat mencoba

(Tulisan ini bukanlah sponsored posting yang dibayar oleh obyek tulisan. Lovely Bogor tidak menerima apapun dari yang bersangkutan. Kue ultah si kribo pun dibayar secara tunai dari kantung penulis sendiri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.