Hashtag resmi dari Cap Go Meh Bogor atau CGM Bogor Street Festival dari tahun ke tahun itu sama, yaitu #ajangbudayapemersatubangsa. Tentunya apa yang terangkum dalam slogan itu memang mencerminkan betapa Kota Bogor memahami apa arti keberagamann. Semuanya tercermin dari apa yang ditampilkan selama kegiatan itu berlangsung.

Deretan seni budaya dari berbagai suku bangsa di Indonesia ditampilkan dan bukan sekedar kebudayaan masyarakat Tiongjoa saja. Padang, Papua, dan masih banyak lagi penampilan budaya yang jelas berbeda dan tidak mewakili suku darimana tradisi Cap Go Meh berasal. Keberagaman kata kuncinya.

Slogan yang bagus dan mengena.

Meskipun demikian, mungkin di tahun depan perlu diusulkan juga ada satu tambahan hashtag. Sesuatu yang bisa mencerminkan salah satu sisi yang selalu ada dan bisa ditemukan juga pada setiap pagelaran Bogor CGM Street Festival ini.

Hashtag yang perlu diusulkan adalah #Ajangbudayapemersatufotografer.

Bogor CGM Street Festival - ajang budaya pemersatu fotografer

Ya bukan apa-apa.

Masyarakat fotografi Indonesia itu juga beragam. Mereka juga terbagi dalam berbagai jenis genre, dari yang menggemari foto modelling, landskap, sampak fotografi jalanan. Banyak sekali genrenya.

Belum ditambah dengan kategori tambahan, yang berduit dan punya lensa segede termos, dan yang non berduit, kerap hanya mengandalkan kamera smartphone saja.

Tua-muda.

Lelaki-perempuan.

Pemula-senior.

Ada banyak perbedaan antar masing-masing kelompok. Tidak jarang seperti banyak perbedaan lainnya juga, terjadi friksi yang kerap memanas dalam bentuk perdebatan, walau jarang yang sampai pada konflik besar-besaran.

Bogor CGM Street Festival - ajang budaya pemersatu fotografer 2

Nah, dalam pagelaran CGM Bogor setiap tahun, perbedaan-perbedaan ini lebur dan hilang. Semuanya sama-sama bergembira dan tentunya sama-sama berburu momen selama acara.

Cukup dengan modal senyum saja, sebuah pertemanan baru akan lahir. Tidak perlu modal mahal, goreng singkong pun bisa menghadirkan kelompok dari orang-orang yang kerap bahkan tidak tahu nama masing-masing yang kemudian hanyut dalam obrolan panjang ngalor ngidul.

Tidak peduli kamera yang dibawa hanya sekitar 2 juta rupiah, sampai yang menggunakan drone atau kamera berlensa segede termos, semuanya kerap saling menyapa dan melontarkan senyum.

Yang terlibat dalam kepanitiaan rela menyerahkan kartu identitas kepanitiaannya kepada yang tidak punya sekedar agar teman barunya itu bisa keluar masuk area “steril” tanpa dihalangi.

Semua seperti sudah saling mengenal lama.

Bogor CGM Street Festival - ajang budaya pemersatu fotografer 3

Semua seperti berbagi kegembiraan yang sama.

Semua senyum melupakan perbedaan yang mungkin ada di antara mereka.

Hanya dimulainya pawai jalanan saja yang membuat keakraban itu buyar. Bukan karena tidak mau berlama-lama, tetapi karena masing-masing harus menjalankan “tugasnya” sebagai fotografer.

Tugasnya adalah untuk berburu foto dan merekam momen. Sesuatu yang tidak bisa dilakukan kalau harus selalu bergerombol. Masing-masing harus mencari posisi untuk mendapatkan foto yang baik untuk kemudian disebarkan kepada dunia dalam berbagi bentuk dan lewat berbagai media.

Karena, memang untuk itulah mereka hadir di Jalan Suryakencana, Kota Bogor.

Kebanyakan, akhirnya tidak akan sempat berpamitan atau berjabat tangan sebelum berpisah. Sulit saling menemukan “kawan baru” di tengah kepadatan orang yang melebihi sarden di dalam kaleng itu.

Jadi, akhirnya banyak “teman baru” yang berpisah tanpa kata.

Meskipun demikian, tetap saja ada rasa hangat di hati mengingat terjalinnya pertemanan yang baru selama berada disana.

Untuk itulah tulisan ini diterbitkan, untuk mengatakan kepada para rekan sesama fotografer, atau apapun namanya, “It is nice to meet you!”. Senang bertemu dengan kalian dan semoga suatu hari nanti bisa bertemu kembali. Baik dalam acara yang sama atau dalam acara lainnya.

Hampir pasti usulnya tidak akan diajukan atau bahkan disetujui, tetapi setidaknya saya bisa bercerita tentang sisi lain dari Bogor Street Festival yang bukan hanya #ajangbudayapemersatubangsa tetapi juga #ajangbudayapemersatufotografer.

6 COMMENTS

  1. Tuisan yang menginspirasi

    • Hahahahah…. ada orang Depok nyasar kesini… posemu bagus

  2. Wahahaha, saya setipe sama mas Anton.. Saya suka banget potoin tingkah aneh potografer pas motret pasti ada-ada aja bentuknya wkwkwk

    • Hahahaha.. abis kadang tingkah mereka lucu-lucu sih mas.. enaknya lagi biasanya mereka ga sadar dijadiin obyek, sibuk di dunianya sendiri.. Jadi ga bisa mengelak.

  3. Sangat menarik om untuk hastag #ajangbudayapemersatufotografer

    Thanks for capture ?

    • Wakakakakak.. ketemu lagi kita…. 😀 Yuk bikin hashtag itu taun depan..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.