Bubur Ayam Jembatan Merah Memang Ajib
Bukan foto bubur ayam AJIB Jembatan Merah. Hanya pedagang lain saja yang dijadikan obyek foto

Ajib dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah sebuah kata yang merupakan serapan dari bahasa Arab. Artinya bagus, baik, atau enak. Kata ini dulu sering saya pergunakan saat bermain bersama kawan semasa kecil ketika menemukan sesuatu yang “bagus”, seperti bambu yang lurus untuk dijadikan “bebeletokan” (senjata mainan dari bambu dengan peluru kertas koran yang dibasahi) atau jajanan.

Jarang sudah saya menemukan kata itu terucap lagi di masa sekarang. Bahkan, di tanah Bogor dimana dulu masyarakatnya banyak menggunakan kata ini dalam kehidupan sehari-hari.

Cuma, tidak terasa, kata itu meluncur keluar beberapa waktu yang lalu, yaitu saat menikmati bubur ayam di Jembatan Merah.

O ya. Memang hanya bubur ayam saja. Bentuknya tidak spesial , sama dengan kebanyakan bubur ayam dimana saja, yaitu bubur yang diberi kuah kaldu, kemudian diberi suwiran ayam goreng, kacang kedele, ditaburi lada, dan diberi hiasan kerupuk.

Sama kan dengan bubur ayam yang biasa Anda nikmati juga.

Bubur Ayam AJIB Jembatan Merah Bogor

Kata AJIB keluar dari mulut, pertama karena bubur ayam Jembatan Merah itu memakai branding/nama BUBUR AYAM AJIB.

Mau tidak mau kan, kata AJIB harus dipakai. Entah, apakah memang nama penjual bubur ayam ini memang AJIB atau memang menekankan bahwa bubur ayam yang dijualnya “UEEENAAAK”.

Yang kedua, alasannya ya karena memang bubur ayam AJIB di kawasan kuliner tradisional Bogor ini memang ENAK, pake BANGET. Menurut saya pribadi, merupakan salah satu bubur ayam terenak di Kota Bogor.

Memang lezat. Hal itu juga diamini oleh anggota tim Lovely Bogor yang lain. Buktinya lagi, bubur ayam Jembatan Merah yang satu ini menjadi langganan kami kalau ingin menikmati bubur ayam.

Bubur ayam jembatan merah memang ajib

Memang, di kawasan Jembatan Merah sendiri, yang sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat kuliner kaki lima di Bogor, terdapat cukup banyak pedagang bubur ayam.

Bisa dikata, setiap beberapa meter akan ditemukan satu gerobak penjual bubur ayam. Pilihannya banyak sekali.

Setelah mencicipi beberapa, ternyata Bubur Ayam AJIB lah yang paling nikmat dan enak.

Jangan tanya apa spesialnya. Secara bentuk , ramuan, semuanya sama saja dengan bubur ayam yang banyak dijual di tempat lain. Kalah keren kalau dibandingkan bubur yang disajikan di restoran atau hotel. Tetapi, rasanya sendiri memang enak dan sulit dilupakan.

Jadi, kalau ada yang mau tahu keistimewaannya, haruslah mau juga pergi ke Jembatan Merah dan kemudian nongkrong disana dan makan bubur ayamnya. Barulah bisa mengerti mengapa bubur yang satu ini disebut enak.

Suasana di Jembatan Merah

Cuma, kalau Anda ingin merasakan kelezatan bubur ayam Kota Bogor yang satu ini, Anda perlu jiwa petualangan.. sedikit saja.

Maklum. Lokasi bubur ayam AJIB bukanlah hotel atau resto bintang lima, meski rasanya tidak kalah. Posisi gerobaknya berada di kawasan yang merupakan sentra jajanan tradisional Kota Bogor yang sudah ada sejak lama. Seingat saja bahkan sejak tahun 1970-an para pedagang penganan sudah bercokol disana, yaitu di trotoar Jalan Veteran sekitar 100-150 meter dari Stasiun Bogor. Tepatnya berada di depan Toko Pangkas Rambut Karunia Baru dan tidak jauh dari Toko TERANG, salah satu toko legendaris di Bogor.

Di pinggir jalan tepatnya.

Jadi, memang butuh perjuangan juga untuk bisa menikmatinya karena bangku yang tersedia sangat terbatas. Terkadang, karena pembelinya banyak , yang belakangan datang harus mau mengantri sampai ada tempat duduk kosong.

Hal ini memang sudah biasa terjadi di sentra kuliner ini mengingat banyak penganan tradisional favorit lain, seperti DOCLANG yang sudah sulit ditemukan di kawasan lain Kota Bogor juga ada disini.

Jiwa petualang yang tidak peduli kesulitan, tempat, dan kenyamanan sangat diperlukan supaya bisa bersabar sampai menunggu giliran bisa mendapatkan pesanan. Belum lagi harus juga berdesakan dengan pembeli lainnya di tempat yang sangat sempit juga harus dialami.

Belum lagi kalau gerobaknya harus berputar arah. Karena posisinya berada di depan sebuah pangkas rambut, ketika tukang cukur nya tutup, maka posisi gerobaknya pun harus berubah.

Tetapi, bila memang ingin menikmati salah satu sensasi berkuliner di Bogor ala masyarakat Bogor masa lalu, menikmati bubur ayam AJIB di Jembatan Merah ini bisa menjadi salah satu cara karena begitulah adanya sejak dulu.

Bubur ayam ajib di jembatan merah

Bagi Anda yang tidak mau kondisi seperti ini terjadi, sebenarnya masih ada cara lain. Meskipun demikian tetap butuh pengorbanan juga.

Anda bisa datang di atas pukul 23.00 – 06.00.

Ya, betul sekali. Menjelang tengah malam hingga dini hari, pengunjungnya tidak sebanyak di sore hari atau siang hari. Juga lalu lalang orang di sepanjang jalan itu sudah berkurang banyak.

Tenang saja. Bubur ayam enak ini beroperasi 24 jam penuh. Jadi kapanpun Anda ingin menikmatinya, bisa saja, termasuk tengah malam sekalipun.

Kebiasaan makan bubur ayam malam-malam seperti ini ternyata memberikan sensasi yang berbeda juga. Bisa sambil ngobrol dan menikmati suasana sepi Bogor di waktu malam. Pengalaman yang tentunya berbeda dibandingkan yang biasa.

Dan, rupanya hal itu banyak dilakukan orang, baik warga Bogor atau dari luar Bogor yang hendak merasakan sensasi berkuliner yang agak berbeda dari biasanya. Mereka kerap ditemukan nongkrong, salah satunya di Bubur Ayam AJIB ini.

Suasana jembatan merah di malam hari

Nah, jika Anda ingin merasakan salah satu bubur ayam paling enak di Bogor, bersiaplah untuk bertualang sejenak di kawasan Jembatan Merah. Percayalah memang AJIB banget rasanya.

4 COMMENTS

  1. kuliner rekomende dekat stasiuan bogor apa ni pak, kapan2 kalau ke bogor biar ada jujugan

    • Kalau dekat stasiun Bogor sih bisa ke Jembatan Merah. Disana ada doclang yang merupakan makanan khas Bogor. Tapi kalau mau yang modern, bisa naik angkot no 03 merah ke arah Pajajaran disana banyak sekali berbagai jenis makanan yang bisa dicoba.

  2. hahahahaa, ajiiiiibbbbb… dah lama sekali saya tidak mendengar kata ini. Jaman sekarang ajib tergantikan sama ‘anjay’ atau ‘ashiaaap’. Jadi pengen nyoba ajib ajib di bogor nih.

    • hahahaha… iya saya juga sudah lama banget ga denger…Mangga dicobian kang..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.