GAris Kuning Pengaman Di Stasiun

“Penumpang diharap berdiri di belakang Garis Kuning demi keselamatan Anda!”

Peringatan berulang-ulang seperti ini akan rutin didengar oleh para calon penumpang Commuter Line di berbagai stasiun. Beberapa saat sebelum sebuah kereta memasuki atau melewati stasiun, tidak bosannya para announcer memperingatkan orang-orang yang menunggu agar bergeser ke belakang garis kuning tersebut.

Sayangnya, masih banyak sekali orang yang tidak mengindahkan hal ini. Padahal semua itu demi keselamatan mereka sendiri.

Apa sih Garis Kuning Pembatas Di Stasiun Itu?

Seperti namanya, garis tersebut adalah sebuah garis yang memanjang di sepanjang peron stasiun. Garis itu berjarak kurang lebih 50 cm dari batas pinggir peron dan berwarna kuning.

Semua penumpang seharusnya berdiri di belakang garis tersebut ketika menanti kedatangan kereta.

Mengapa?

Jawabnya demi keselamatan para penumpang sendiri.

Sebuah rangkaian kereta yang sedang melintas akan menimbulkan hempasan angin yang bisa membuat goyah penumpang yang berdiri terlalu dekat dengan peron. Hal tersebut bisa menyebabkan sang penumpang terhempas ke belakang atau arah lain.

Resiko terparah kalau penumpang tersebut terhempas ke arah ujung peron, alias mengarah ke kereta yang sedang berjalan.

Resiko lainnya, tas penumpang bisa saja terkait pada gagang pintu kereta yang menyebabkannya terseret.

Belum lagi, kalau sang penumpang sedang tenggelam dan asyik dengan gadgetnya sehingga tidak menyadari bahwa dirinya terlalu dekat dengan pinggir peron.

Kesemua ini dapatlah berakibat luka serius dan bahkan hilangnya nyawa.

Mengapa sering dilanggar?

Salah satu alasan yang paling umu adalah karena penumpang tidak sabar untuk segera masuk ke dalam Commuter Line. Mereka ingin menjadi yang paling dahulu masuk.

Ketakutan tidak bisa mendapat tempat di kereta yang padat adalah yang paling umum. Bahkan seringkali mereka tidak memberikan kesempatan pada penumpang yang turun terlebih dahulu.

Yang kedua adalah karena terlalu asyik dengan gadget dan smartphone. Mereka sering tidak menyadari posisinya terus bergeser ke arah pinggir peron dan melewati garis kuning batas aman.

—–

Memang hanya sebuah garis. Sederhana. Tetapi, adanya garis ini dan kepatuhan untuk berdiri di belakangnya, bisa menjadi pembeda dan pencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

Oleh karena itu kawan, ketika berada di dalam stasiun, perhatikanlah garis kuning ini. Berdirilah selalu di belakangnya. Bukan demi siapa-siapa, tetapi demi keselamatan Anda sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.