Atraksi Gajah Di Taman Safari Bogor

Atraksi gajah di Taman Safari Bogor adalah salah satu daya tarik dari Taman Safari pertama di Indonesia yang didirikan tahun 1980 ini.

Bukan hanya karena keterampilan yang dipertunjukkan hewan-hewan raksasa tersebut, atraksi ini memberikan reminder atau pengingat kepada penontonnya.

Seperti apakah atraksi gajah di Taman Safari Bogor?

Mungkin yang terbayang dalam pikiran mereka yang belum pernah menyaksikan, pertunjukan gajah ini hanya seperti dalam sirkus.

Dalam sirkus, biasanya hewan seberat antara 3000-6000 kilogram ini akan diminta untuk menekuk kaki, berdiri di atas kaki belakang, bermain dengan belalai sebelum akhirnya diberi kacang.

Atraksi Gajah DI Taman Safari BogorNah, di Taman Safari Cisarua Bogor, memang sebagian atraksinya juga memakai tehnik-tehnik tersebut.

Bedanya, dalam atraksi gajah disini, ada tema dan jalan ceritanya. Bisa dikata pertunjukan ini lebih tepat disebut sebuah sandiwara.

Para gajah tidak sekedar melakukan gerakan-gerakan sendiri-sendiri. Mereka bergabung dengan para pawang dan staff Taman Safari Bogor untuk menjalankan peran.

Tentu saja, gajah-gajah ini berperan sebagai dirinya sendiri, yaitu gajah. Sementara, pemeran manusia ada yang berperan sebagai petani, pemburu dan lainnya.

Atraksi gajah di Taman Safari BogorTema yang dibawakan adalah mengenai kelestarian lingkungan terutama yang berkaitan dengan kelestarian habitat gajah. Seperti diketahui, habitat asli gajah Sumatera, spesies yang beraksi di panggung Taman Safari ini, berada dalam ancaman. Tema inilah yang dijadikan dasar sandiwara gajah di Taman Safari Bogor ini.

Nah, sandiwara ini menggambarkan bagaimana lingkungan dimana para gajah tinggal mulai dirambah oleh manusia. Petani membabat hutan untuk sawah dan ladang. Pemburu mengejar para gajah dengan senapannya.

Keterampilan para gajah terlihat disini. Ketika suara tembakan (lewat pengeras suara) terdengar, maka pemeran gajah yang tertembak akan pura-pura jatuh dan mati.

Atraksi Gajah Taman Safari BogorJalan cerita sandiwara ini cukup singkat yang diakhiri dengan amukan para gajah. Mereka merusak pemukiman penduduk dan mengejar sang pemburu.

Hingga akhirnya sang pemburu tertangkap.

Pesan Moral Dalam Atraksi Gajah Di Taman Safari

Meskipun atraksi gajah ini sederhana, terselip sebuah pesan moral yang ingin disampaikan pada penontonnya.

Jagalah kelestarian lingkungan. Lindungilah kami, para gajah.

Atraksi Gajah Di Taman Safari BogorManusia harus menyadari bahwa gajah adalah hewan yang semakin langka karena perburuan dan rusaknya habitat dimana mereka tinggal. Ulah manusialah yang menyebabkan semua itu.

Pesan itulah yang terselip dalam atraksi gajah di panggung utama Taman Safari Cisarua Bogor ini.

——

Sandiwara gajah ini merupakan sesuatu yang tidak boleh Anda lewatkan saat berkunjung ke Taman Safari Cisarua Bogor.

Selain karena kemasannya sendiri menarik dan tidak monoton, tentu saja, saya yakin Anda ingin anak-anak belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan dan alam.

Bukan begitu, kawan Lovely Bogor?

8 COMMENTS

  1. ‘Tidak ada yg tahu bagaimana gajah diperlakukan dibelakang layar’?
    Actually, ada.
    Please read https://www.dailymail.co.uk/news/article-6307009/Elephants-trunks-stabbed-taunted-excited-tourists-Indonesia.html
    Thats an article, among many others, documenting the actual abuse towards the exact elephants, of the exact attraction, in the exact zoo that we are discussing. Baca article nya, lihat foto2 nya. Baca juga article2 lain ttg abuse di TSI terhadap hewan2 lain, seperti singa yg dibius demi turis foto2. Try to learn Anton, you can’t learn if you refuse to seek.

    To be honest, when i first wrote my reply i too hadnt seen that article, but i do know that tourism is the number one.. no, the only reason for elephant exploitation. The fact that i found the articles referring to the abuse of the exact elephants of your blog is not a happy coincidence. Elephants are an endangered species and while many factors like poaching and habitat loss contribute to their deaths, only ONE factor causes them lifelong suffering, and that is tourism exploitation. Just like the attraction you are promoting in your article.
    Poachers kill them on the spot, safaris torture them for life.. i wonder which one is worse.

    Dont get me wrong, I do try to understand your point of view and read your reply carefully. But did you seriously say “Nobody can love anything without seeing the things”. Take a second to think about how ridiculous that sounds. Does seeing pictures or videos count? I personally have never seen an elephant in real life, yet i love and respect them enough to have done more research than you, or any of the people who have seen the show but remain ignorant about the issue. But of course its easy to know more than someone who knows nothing at all about the issue.

    Apa yg anda katakan ttg anak2 perlu melihat untuk belajar is pure nonsense. Dan saya harus melihat dari all sides dan mengerti budaya sebuah negara.. Like, what? It breaks my heart to read about the lives of these animals. Sisi mana sih yg menunjukan a happier side to the lives of these show animals, if there is i’d very much like to know.

    Yes anak2 butuh belajar. But showing them elephants in attractions or circus is definitely not the way, if anything it is the opposite. They should never see elephants in these unnatural environments and think its normal or fun or worse, consider it entertainment.
    What they need is education, not a show. They need to be educated with the truth, not with a cheap show that betrays the moral of its own story.

    • Really Jessica…

      One Jessica can not represent the whole world. The attraction has caused children to understand what is an elephant. They started to dig more about this creature.

      You think it’s a nonsense, but I don’t. It’s the reality that if you want to teach someone, perhaps, one best way is to let them see in the real world.

      Your link is useful for me, however for people, especially children, will it be useful? I doubt it. Wildlife and enovirontment is something not on the priority list of Indonesian to care about. This is quite worrying. So, many times by letting them to learn and see directly can stir more emphaty.

      Have you ever known about elephant school in Indonesia? No, I don’t think so. You live far away from us. In this school not only elephants are taught to interact with human but also to save them from peacher, as you said.

      Besides, how do you know the elephants in the show were treated bad? What happened in other parts of the world doesn’t meant it happened also in this place.

  2. @ writer Anton Ardyanto, tolong deh research dulu pelatihan gajah2 dan kehidupan mereka dibawah jagaan Taman Safari Bogor. Yakin masih mau support, dan lebih lagi meng-IKLAN kan, atraksi ini?
    Its one thing for ignorant members of the public to visit this place, but for you as a ‘writer’ who is supposed to have done his due diligence before writing an article, to advertise this place and approve their fake elephant conservation cause, is sickening! Please stop writing articles that contribute to the pain and suffering of these majestic creatures, or better still, STOP WRITING AT ALL. A ‘writer’ like you can contribute nothing to the the literally community.

    • I still support… Nobody can love anything without seeing the things. How children can love animals like an elephant if they never see what the creature look like.

      Probably, you should stop commenting something if you can only see everything from negative sides. It shows the pain in your life. It makes me sad to now that there is people like you

      • Dont you worry about my life, maybe my privileged point of view differs to yours because i dont have enough pain of my own that i have to look for pain in other creatures. People in 3rd world countries such as our own dont normally care about animal wellfare because well.. they can barely maintain their own.

        • Well… probably that makes it differ. I live the life daily and experience it on my own. My point of view was based on reaity I faced everytday and it was brought to my writing.

          I justr tried to write as true as I can be. I can not represent the ideal view of others. That’s the facts we, Indonesians face everyday. That’s our life.

          Perhaps, you may find it cruel from your point of views, but there is no elephant in Bogor. How could pupils learn if they never see the creatures. Yes, perhaps, the animals’ life was sad, like you said. However, it was something that the children must find later at the next level of their life.

          They have to learn and this type of attraction is something that may give them knowledge. Without that, they won’t learn anything

  3. SANGAT IRONIC. Pertunjukan yg berlagak memberi pesan pelestarian dan perlindungan terhadap gajah, tapi dibelakang layar menyiksa gajah2 sebagai ‘training’. SANGAT MEMUAKAN!!
    Kalian pikir gajah secara alami bisa disuruh sandiwara, bisa disuruh guling2? TIDAK! Mereka semua itu dilatih. Latihan dimulai sejak mereka bayi dan selalu menggunakan kekerasan untuk memberi rasa sakit, rasa takut di mental gajah2 yg padahal dalam pesan sandiwara itu harus dilestarikan, dijaga dll, AH BULLSHIT! Please stop! Jangan mengunjungi atraksi2 BARBAR yg menyakiti gajah2. Kita ga liat atraksi kampungan ini juga ga papa kan? apakah harus? Gajah mahluk yg punya perasaan, mahluk yg damai, ga makan orang. Please edukasi lah keluarga kalian masing2, jangan teruskan generasi bodoh dan kampungan yg bisa kemakan embel2 pelestarian gajah, tapi sebenarnya menyiksa gajah2 itu demi atraksi yg menghasilkan mereka uang. Penyiksaan tapi berlagak melestarikan gajah, JIJIK @Taman Safari Bogor! GA AKAN PERNAH AKU KESANA.

    • Nah kan… pertanyaannya bagaimana mereka bisa mengenal gajah dan membantu melestarikan gajah kalau mereka saja tidak pernah melihat gajah.

      Manusia butuh belajar. Anak-anak butuh melihat.

      Tidak ada yang tahu bagaimana gajah diperlakukan di belakang layar. Apakah sejelek yang Jessica katakan atau tidak. Bagi anak-anak proses seperti ini adalah bagian dari pelajaran bagi mereka.

      Setidaknya mereka bisa belajar dari banyak sisi kehidupan, dan mungkin Jessica juga harus belajar melihat sesuatu dari banyak sisi. Jangan selalu dari sisi negatifnya saja. Pahami juga budaya di sebuah kota dan negara, dan jangan selalu ukur dari nilai sendiri karena yang seperti itu hanya akan melahirkan hitam dan putih, padahal di dunia ada banyak warna lain.

      Try to learn Jessica.. try to learn and stop yelling as you can’t hear anything while you are yelling

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.