Anggrek Bulan - Puspa Pesona Indonesia
Anggrek Bulan – Phalaenopsis amabilis

Cantik kan? Foto bunga ini diambil ketika LB mengunjungi Rumah Anggrek beberapa waktu yang lalu. Warna putih berbaur ungu terlihat sangat memukau mata. Padahal setting kamera Finepic HS35 EXR yang dipergunakan hanya mode auto.

Bukan karena tangan pemegang kamera yang trampil karena dalam dunia fotografi, LB hanyalah seorang amatir. Penampilan cantik ini karena memang bunga tersebut sangat menawan.

Tidak mengherankan karena yang dijadikan obyek pada foto di atas adalah sebuah bunga yang bergelar Puspa Pesona Indonesia, yaitu Anggrek Bulan.

Tidaklah mungkin Anggrek Bulan mendapatkan julukan tersebut kalau kecantikannya tidak bisa memukau para penilai di tahun 1993.

Memang Anggrek Bulan membuat Presiden RI di kala itu mengeluarkan sebuah Surat Keputusan Presiden No 4 Tahun 1993 untuk mentahbiskannya menjadi satu dari 3 Puspa Nasional Indonesia. Dua bunga lainnya, yaitu Bunga Melati (Jasminum Sambac) sebagai Puspa Bangsa Indonesia dan Padma Raksasa (Rafflesia Arnoldii) sebagai Puspa Langka Indonesia.

Habitat Anggrek Bulan

Anggrek Bulan - Puspa Pesona IndonesiaAnggrek Bulan (Phalaenopsis Amabilis) termasuk dala genus Phalaenopsis, yang di Indonesia pertama kali ditemukan oleh C.I. Blume, seorang ahli Botani Belanda. Kalau Anda sudah membaca mengenai Sejarah Kebun Raya Bogor, maka Anda akan menemukan bahwa Blume kemudian menjadi Direktur Sland Platentuin alias cikal bakal Kebun Raya Bogor sekarang.

Habitatnya banyak ditemukan di hutan-hutan tropis. Oleh karena itu penyebaran Anggrek Bulan bisa ditemukan di wilayah-wilayah yang berdekatan dengan Indonesia, seperti Malaysia, Philipina, Papua dan bahkan Australia.

Anggrek berdaun bulat ini tumbuh secara epifit alias menumpang pada tanaman lain. Biasanya anggrek ini ditemukan pada batang atau cabang pohon di dalam hutan.

Tanaman ini tidak terlalu tahan matahari dan karena sifatnya yang monopodial, Anggrek Bulan hanya membutuhkan sedikit sinar matahari saja. Oleh karena itu habitatnya banyak ditemukan di keteduhan hutan dimana sinar matahari tidak terlalu bisa menembus rimbunnya dedaunan.

Ciri Khas Anggrek Bulan

Anggrek Bulan - Puspa Pesona IndonesiaCiri khas dari si Puspa Pesona Indonesia ini adalah kelopak bunganya berwarna putih. Di bagian tengahnya ada semacam mahkota berwarna kuning.

Walaupun aslinya berwarna putih, dalam perkembangannya sudah banyak yang mampu melakukan penyilangan. Hasilnya dewasa ini banyak Anggrek Bulan yang tidak lagi berwarna putih. Ada yang pink, ungu dan lain sebagainya.

Kalau dilihat sepintas, bentuknya mirip dengan “ngengat” atau kupu-kupu. Oleh karena itu dalam bahasa Inggris Anggrek Bulan disebut dengan Moth Orchid atau Anggrek Ngengat.

Beberapa nama lain yang melekat pada si Anggrek Bulan adalah Anggrek Menur , Anggrek Terbang dan Anggrek Wulan.

——–

Terus terang, melihat Anggrek Bulan di Rumah Anggrek Kebun Raya Bogor menimbulkan kembali rasa penasaran. Beberapa kali mencoba menanam sang Puspa Pesona Indonesia ini, hasilnya gagal terus.

Mungkin karena Bogor sudah menjadi semakin panas. Mungkin pula LB kurang telaten dalam merawatnya.

Mungkin cara terbaik untuk menikmati kecantikan dan pesona Anggrek Bulan ini cukup pergi ke Rumah Anggrek saja. Tidak perlu menunggu dan merawat. Cukup membayar tiket dan sambil berolahraga bisa menikmati keindahannya.

Tapi.. Kok rasanya tetap penasaran yah?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.