Ketika Pemakaman Berubah Menjadi Pasar 4

Loh, kok di pemakaman banyak pedagang. Memangnya pasar? Yah, tidak secara resmi sih, tetapi hampir sama di banyak tempat pemakaman umum lainnya di Kota Bogor, Pemakaman Blender juga mengalami saat dimana selain tempat peristirahatan, ternyata juga menjadi semacam pasar dadakan selama Idul Fitir setiap tahun.

Banyak sekali pedagang, bahkan yang tidak berkaitan dengan urusan ziarah kubur ikut hadir dan memanfaatkan tumpah ruahnya pengunjung kesana untuk mencari nafkah dan meraup untung.

(Baca : Ketika Pemakaman Berubah Menjadi Pasar)

Setiap tahunnya itu ada paling tidak 5 jenis pedagang yang selalu hadir disana, alias mudah ditemukan. Bukan hanya di luar area pemakaman, tetapi bahkan bisa ditemukan di setiap sudut Blender.

Nah, ke-5 jenis pedagang itu adalah

Pedagang Bunga dan Air Mawar

5 Jenis Pedagang Yang Pasti Hadir Di Pemakaman Blender Saat Lebaran

Yang satu ini memang masih berkaitan dengan urusan ziarah ke makam. Meskipun demikian jumlahnya berkali lipat dari biasanya. Sehari-hari paling hanya 10-15 pedagang saja yang rutin mangkal di sana, tetapi selama lebaran jumlahnya bisa mencapai 50-70 pedagang.

Biasanya mereka menggunakan lapak sementara berupa meja dan tenda dari bambu.

Yang dijual selain bunga tebar juga “air” untuk disiramkan ke atas pusara mereka yang telah tiada setelah membacakan doa. Untuk air kemasan yang umum digunakanpun memanfaatkan barang bekas, seperti botol plastik bekas Aqua.

Pedagangnya biasanya adalah masyarakat sekitar pemakaman yang memanfaatkan momen Lebaran.

Pedagang Makanan

Ketika Pemakaman Berubah Menjadi Pasar 5

Lapar? Belum sarapan tetapi sudah harus pergi ke Pemakaman Blender, Jangan khawatir kalau di saat Lebaran mah.

Salah satu jenis pedagang yang selalu hadir disana adalah makanan. Bakso, mie ayam, Cimol, Cilor, dan masih lumayan banyak juga pedagang makanan yang mangkal disana.

Selama Anda tidak sungkan duduk di pinggir sebuah kuburan saat menyantap yang Anda beli, perut lapar bisa dengan mudah diisi.

Yang harus hati-hati adalah soal harga. Banyak pedagang yang memanfaatkan momen lebaran untuk menaikkan harga tanpa memberitahu pembelinya dulu. Semangkuk bakso yang biasa dijual seharga 7000-8000 rupiah bisa tiba-tiba menjadi 20 ribu semangkuk. Jadi, biasakan dulu bertanya sebelum memesan.

Pedagang Minuman

Ketika Pemakaman Berubah Menjadi Pasar 4

Habis makan tanpa minum pastinya bikin seret. Berjalan di bawah terik matahari di kawasan Blender yang semakin berkurang pohonnya jelas juga menimbulkan dahaga yang tidak menyenangkan.

Hal itu juga tidak masalah karena pedagang minuman mudah ditemukan dimanapun di pemakaman Blender. Di setiap sudut.

Yang dijual pun bermacam, mulai dari air mineral botolan, Pop Ixe, atau es berbagai jenis.

Yang harus diperhatikan adalah bahwa tidak setiap botol air putih itu air mineral, meski memakai botol plastik merek Aqua atau lainnya. Banyak pedagang bunga yang memanfaatkan botol plastik bekas ini untuk menjual air untuk ziarah kubur. Jadi, jangan sampai orang melirik kalau Anda membeli air “mineral” dari pedagang bunga dan kemudian meminumnya.

Pedagang Mainan

Pedagang mainan di pemakaman blender

Saat berziarah ke makam, banyak orang pasti membawa anak-anak. Mengajarkan anak tentang ziarah kubur dan maknanya, atau mengenalkan mereka pada kakek nenek yang sudah tiada merupakan salah “dua” tujuannya. Walau begitu, alasan yang paling mungkin juga adalah “siapa yang menjaga mereka di rumah” kalau ditinggal.

Nah, yang seperti ini juga ditangkap banyak pedagang sebagai pontensi menggali untung. Namanya anak-anak, matanya mereka pasti menjadi “hijau” kalau melihat mainan.

Oleh karena itu tidak heran, banyak pedagang mainan yang menjajakan dagangannya di sela-sela kuburan. Sasarannya sudah pasti adalah anak-anak yang sudah merasa bete karena harus kepanasan dan mengikuti orangtua. Lagipula, biasanya anak-anak sudah mendapatkan THR dari orangtua dan saudara-saudaranya.

Tidak oercaya, coba saja datang ke Pemakaman Blender saat Lebaran. Anda pasti akan menemukan ke 4 jenis pedagang itu. Jangan datang hari biasa, dan terutama di malam hari. Kalau saat itu, bisa jadi yang ditemukan bukan pedagang, tetapi yang “lainnya”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.