Butuh Waktu Untuk Makan Sepuasnya di Shabu Hachi

Shabu Hachi namanya. Tepat sekali dugaan Anda kalau restoran yang satu ini menyajikan makanan ala negeri Sakura, Jepang.

Shabu sendiri adalah jenis makanan rebus-rebusan yang biasa dihidangkan panas-panas saat musim dingin di negara itu. Hachi artinya 8, delapan. Jadi, kalau diterjemahkan menjadi Shabu 8.

Restoran ini memperkuat pertanda bahwa lidah budaya berkuliner, atau makan masyarakat Kota Hujan itu sudah mulai bergeser. Seleranya mengarah kepada selera internasional. Sebelumnya sudah ada beberapa restoran yang daftar menunya berisikan makanan ala Jepang, seperti Hansuki, Hanamasa, Ichiban Sushi, dan masih banyak lagi lainnya.

Bukti tambahan tentang semakin memasyarakatnya kuliner Jepang di Bogor terlihat dalam hal sulitnya mendapatkan meja di restoran ini. Tim Lovely Bogor sendiri harus menunggu lebih dari 3 1/2 jam untuk mendapatkan tempat.

Untungnya, Bogor sangat tahu cara agar waktu sepanjang itu tidak terlalu terasa. Kemacetan ala Bogor di hari Minggu membuat menunggu saat makan di Shabu Hachi menjadi tidak terasa karena sibuk “kesal” melihat antrian panjang kendaraan di berbagai penjuru.

Jadilah, waktu menunggu tersebut terlewat dengan cepat. Tidak sempat terpikir, walau terasa di kaki karena pegal menginjak kopling di tengah kemacetan.

Mengapa SHABU HACHI?

restoran shabu hachi all you can eat makan sepuasnya 3

Tidak ada yang memaksa, cuma itu hasil diskusi antar anggota Tim Lovely Bogor untuk memilih tempat yang menjadi tujuan. Bukan cuma sekedar untuk makan, tetapi juga untuk dijadikan bahan tulisan.

Kebetulan, nama SHABU HACHI keluar sebagai pemenangnya. Alasannya karena restoran yang berlokasi di Jalan Pajajaran no 75 ini bisa dikata sedang ngehit. Tidak ibu-ibu, tidak ABG, semua sepertinya ingin mencicipi makanan dan situasi di resto yang satu ini.

Oleh karena itu, ingin tahu juga seperti apa sih restoran yang sebenarnya bukan dibangun oleh orang Jepang ini (tahu tidak siapa pemilik dan pendirinya?)

MENU DAN TATA CARA MAKAN DI SHABU HACHI

Menu Makanan Shabu Hachi Bogor

Kalau ditanya menu apa yang ada di restoran Shabu Hachi, jawabnya “BINGUNG”. Ya bingung karena sistem makannya adalah ALL YOU CAN EAT alias SILAKAN MAKAN SEPUASNYA.

Petugas hanya akan menawarkan menu untuk jenis “daging”, apakah mau Wagyu, daging Amerika, atau lainnya. Hal ini untuk menentukan harga perpaket/perorangnya. Mereka juga akan menawarkan “soup” atau kuah yang dipergunakan untuk merebus berbagai makanan nantinya.

Jadi, pada dasarnya sekali membayar dan selebihnya silakan pilih sendiri dan masak sendiri. Restoran akan menyediakan kompor dan panggangan di atas meja pengunjung untuk merebus dan memanggang bahan yang mereka ambil. Juga akan disediakan beberapa jenis bumbu dan sambal ala Jepang.

Selebihnya, pengunjung bisa menikmati hidangan seperti orang Jepang melakukannya. Merebus , memanggang, dan memakannya sendiri karena walau beritga setiap pengunjung akan mendapat satu kompor untuk merebus.

Panggangan Untuk Membuat Yakiniku di Shabu HachiPilihan bahan makanannya beragam, mulai dari daging sapi, daging ayam cumi, udang, sayuran, jamur, dan masih banyak lainnya (tidak sempat motret karena sibuk memilih).

Minuman pun tersedia beragam mulai dari jus jeruk, teh, sampai soft drink juga ada . Jangan khawatir juga kalau mulut terasa tidak enak setelah makan karena es krim dan beberapa jenis makanan penutup tersedia.

Semuanya bisa diambil sepuasnya selama batas waktu yang diberikan belum habis.

Memang di restoran Shabu Hachi waktu untuk setiap meja ditetapkan selama dua jam saja. (Karena itulah mereka bisa dengan tepat memperkirakan waktu tunggu bagi pengunjung yang berada di waiting list/daftar tunggu).

Jangan khawatir tidak cukup. Sepertinya sedikit sekali waktunya, tetapi tim Lovely Bogor bahkan sudah meninggalkan meja sebelum waktu itu berakhir. Bukan karena apa-apa, tetapi karena perut sudah tidak mampu lagi menampung tambahan apapun. Kenyang sekali.

Puasnya 2 jam makan sepuasnya di restoran shabu hachi 2

Pada dasarnya jenis makanan Jepang yang satu ini memang akan bisa diterima oleh siapa saja. Tidak ada rasa aneh dan terlalu khas, seperti sushi. Apalagi rebus-rebusan dan panggang-panggangan juga merupakan sesuatu yang umum dan bisa diterima oleh kalangan umum.

Kalaupun tidak suka yang direbus, bisa coba dipanggang. Tidak suka seafood atau hidangan laut, bisa makan dagingnya dan sayuran. Pilihannya banyak.

Soal rasa, ya enak. Makan daging, makan udang, makan cumi, minum ini dan itu, ya enak. Kuah supnya terasa dan meresap pada bahan yang direbus. Apalagi saya hanya mengenal dua kategori makanan saja, ENAK dan ENAK SEKALI.

TATA RUANG

Terus terang enak dan nyaman. Enak dilihat karena penataannya rapi dan simetris dimana-mana. Jarak antar meja, walau terlihat rapat sebenarnya tidak. Pengunjung dapat sibuk di mejanya sendiri-sendiri tanpa harus bersenggolan dengan pengunjung lain atau pelayan.

Selasar yang menuju ke arah tempat mengambil bahan makanan juga sangat luas. Jadi, tidak akan bertabrakan dengan pengunjung lain dengan piring di tangan.

Penataan lampu juga bagus membuat suasana tidak terlalu gelap, tidak terlalu terang.

Tidak terlalu ramai dan padat. Tidak pengap.

HARGA

HARGA MENU DI SHABU HACHI BOGOR

Terjangkau oleh keluarga saya kalau sesekali saja. Kalau setiap hari, yah bisa gaswat. Harga menunya bervariasi, tergantung pada jenis daging yang dipilih. Mulai dari 150 ribu untuk daging asal Australia hingga di atas 300 ribu untuk daging Wagyu, perorang/perpaket.

Percayalah, seimbang antara harga, rasa, dan pengalaman makan ALL YOU CAN EAT selama dua jam disana.

Nah, sebagai penutup tahukah pendiri dan pemilik jaringan restoran Shabu Hachi ini? Bukan orang Jepang loh! Orang Indonesia. Wanita lagi.

Namanya Githa Nafeeza.

Saran :

  1. Sebaiknya melakukan reservasi dulu sebelum kesana supaya tidak bernasib sama dengan tim Lovely Bogor. Silakan kontak nomor di bawah ini 0813-1819-2059/57
  2. Kosongkan perut sebelum makan disana supaya mampu menampung banyak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.